Seorang petani di Pagelaran Tewas Tenggelam di Kolam

0
412

PRINGSEWU, wartaalam.com, Pekon (desa) Gemahripah, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu yang biasanya tenang tiba-tiba gempar. Seorang pria, Mujiono (43), warga setempat ditemukan tenggelam di kolam ikan miliknya.

Kejadian kali pertama diketahui tetangganya, Hendro (43), Rabu (7/2/2024) sore.

Informasi yang diterima, Hendro yang rumahnya berdekatan dengan kolam korban, melihat ada celana training hitam, golok, dan sepeda motor Honda Kharisma hitam milik Mujiono.

Curiga, Hendro memanggil saksi lainnya, Sartono dan Suparno untuk menyelidiki lebih lanjut.

Mereka menemukan topi Mujiono muncul dari dalam air kolam. Para saksi kemudian memanggil warga lainnya untuk membantu mencari Mujiono yang diduga tenggelam.

“Pencarian dilakukan dengan menggunakan 4 unit mesin alkon untuk mengeringkan kolam, serta beberapa warga lain turun ke kolam,” kata Hendro kepada awak media, Rabu (7/2/24) malam.

Sementara itu, menurut Kapolsek Pagelaran AKP Hasbulloh, setelah menerima informasi pihaknya bersama warga melakukan pencarian dan setelah satu setengah jam akhirnya Mujiono ditemukan di dasar kolam dan langsung dievakuasi ke rumah sakit.

“Kami langsung membawa Mujiono ke RSUD Pringsewu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sayangnya, setiba di rumah sakit, Mujiono dinyatakan telah meninggal dunia,” kata Hasbulloh.

Dia mengatakan, berdasarkan keterangan dari dokter jaga di RSUD Pringsewu, Mujiono sudah meninggal dunia ketika tiba di rumah sakit.

Tidak ditemukan luka-luka pada tubuhnya, namun keluar cairan dari mulut dan hidung, menunjukkan tanda-tanda kekurangan oksigen.

“Diduga Mujiono meninggal sekitar 1-2 jam sebelum ditemukan,” katanya.

Barang bukti yang diamankan dari lokasi berupa, celana training hitam, celana pendek abu-abu, topi hitam, sepeda motor Honda Kharisma hitam dengan nomor polisi BE 7385 VS, serta satu bilah golok dengan gagang kayu.

Ia mengatakan, kolam tersebut merupakan milik Mujiono yang berada di belakang rumah Hendro, dengan kedalaman air kolam sekira tiga meter.

Keluarganya menyatakan, Mujiono hendak membersihkan kolam karena banyak rumput di sekelilingnya, namun Mujiono tidak bisa berenang.

“Keluarga korban memilih untuk tidak melakukan otopsi dan membuat Surat Keterangan Penolakan Otopsi, menyadari peristiwa itu merupakan musibah yang tidak terduga,” katanya.

Dia mengatakannya, saat ini jasad Mujiono disemayamkan di rumah duka dan dimakamkan. (pon)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini