Berigjen Pol Dr Hengki Haryadi Motivasi Pelajar SMA Taruna Nusnatara

0
455

Magelang, wartaalam.com-Brigjen Pol Hengki Haryadi dan Brigadir Jenderal (Inf) Edwin Sumantha menjadi pembicara dalam Studium Generale hari kedua, SMA Taruna Nusantara, Magelang, Minggu ( 28/1/2024).

Hengki dari Jenderal Polisi yang juga alumi taruna angkatan 1 (TN1) menjadi pembicara sektor kedinasan Polri, sedang Brigadir Jenderal (Inf.) Edwin Sumantha yang juga TN 2, bicara tentang kedinasan TNI. Acara dipandu Moderator: AKP Egen Arnanda (TN 20).

Panitia Satdium General mengatakan paparan kedua alumni SMA Taruna Nusantara angkatan 1 dan 2 berlangsung menarik karena keduanya memperkaya paparan dengan pengalaman-pengalaman pribadi yang menantang dan dramatis.

Brigjenpol Hengki yang lebih banyak penugasan di reserse, seringkali mendapat penghargaan dari berbagai lembaga karena prestasinya membongkar kejahatan dan memberanras premanisme.

Sementara Brigjen TNI Edwin mewarnai paparannya dengan pengalaman sebagai Kopassus yang juga berulang kali mendapatkan perhargaan atas prestasinya.

Keduanya menyarankan semua siswa mengenal kelebihan dan kekurangan pribadi agar setiap siswa bisa mengembangkan potensi secara optimal.

Untuk diketahui SMA Taruna Nusantara atau SMA Tarnus merupakan sekolah menengah atas yang berlandaskan kemiliteran.

Sekolah yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sangat populer dan menjadi idaman bagi sebagian besar orang dalam melanjutkan pendidikan. Wajar, jika sekolah itu dinobatkan sebagai SMA favorit yang ada di Indonesia.

Mengutip laman resmi tarunanusantara.sch.id, SMA Taruna Nusantara didirikan pada 1958 oleh Jenderal TNI LB Moerdani.

Kala itu, Moerdani merupakan Menteri Pertahanan dan Keamanan yang mempunyai visi untuk membangun sebuah sekolah.

Nantinya, sekolah ini memiliki tujuan mendidik para siswa terbaik asal tanah air demi melanjutkan cita-cita para pendahulu. Atas dasar itu, dibangunlah sekolah yang menitikberatkan nilai-nilai disiplin dan kebangsaan yang memiliki sifat semi-militer.

Namun meskipun memang benar SMA TN menerapkan sistem pendidikan yang bersifat semi-militer, tetapi selama pembelajarannya tidak 100 persen menerapkan kurikulum militer.

Berbeda dengan sifatnya, SMA TN cenderung menggunakan kurikulum yang digunakan SMA lainnya. Namun, tetap saja SMA TN memiliki perbedaan dari SMA biasanya.

Perbedaan yang paling jelas terlihat adalah pada bagian sistem tentang kegiatan sekolah sehari-hari. (ril)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini