24.3 C
Bandar Lampung
Senin, Agustus 15, 2022
spot_img
BerandaCerita WartaKebenaran Sejati

Kebenaran Sejati

 6 dilihat

SEMUA INSAN, baik secara individu maupun kelompok menjadikan “benar atau kebenaran” sebagai landasan dan dasar serta payung hukum atas tindakan mewujudkan visi dan misi.
Namun tidak sedikit yang belum memahami “kebenaran” yang sesungguhnya alias sejatinya “benar”. Akibatnya kerap berbenturan dengan kepentingan berbagai pihak, dengan kata lain melanggar hukum atau bertentangan.
Bahkan “benar atau kebenaran” dijadikan alat menghakimi atau men-justice pihak lain serta melegalkan kegiatan dan perbuatan pribadi atau suatu organisasi serta perbuatan yang terorganisasi.
Pada era akhir saat ini, tidak sedikit orang di dunia ternasuk di Indonesia yang terjebak dalam benar menurut pribadi atau kelompok (organisasi alias teroganisasi/jamaah).
Padahal “benar atau kebenaran” tersebut hanya berlandaskan kepentingan bahkan nafsu (ambisi).
Tidak mengherankan jika pelaksanaan atau pengamalan mencapai visi dan misi bertentangan dengan hukum (kebenaran) negara yang berdasarkan visi dan misi demi kepentingan negara dan penduduknya (kolektif kolegial).
Semua insan baik pribadi atau kelompok (negara) mahfum, ada hukum (benar/kebenaran) yakni “benar’ menurut Allah wa robbikum (Quran dan hadist) atau kitab suci dan rasul yang pelaksanaannya menggunakan aqli dan nakli agar tidak terjadi penyimpangan karena hukum atau aturan tersebut diciptakan untuk kepentingan alam semesta dan segala isinya teturama manusia, baik secara pribadi atau kelompok (negara).
Kebenaran harus dan wajib berdasarkan benar menurut Allah (sesuai petunjuk kitab dan rasul-Nya), benar menurut negara (UUD) dan segala produk hukum lainnya, dan benar menurut pribadi/kelompok atau organisasi.
Waspada terhadap “benar atau kebenaran” menurut pribadi dan kelompok (organisasi) akan membuat lebih bijak bahkan menyelamatkan pribadi dan keluarga dari penderitaan karena semua visi dan misi berdasarkan pentingan dan nafsu meski secara organisasi berazaskan hukum negara dan agama.
Tiga pondasi “benar” tersebutlah yang mengantarkan dan menjadi jembatan manusia menjadi iman dan taqwa.

Berita Terkait

Fair Play

Fair Play   ISTILAH Fair Play bukan hal yang asing bagi...

Penyebaran Fitnah, Pembelajaran Buruk Politik

PENYEBARAN fitnah dalam politik merupakan pembelajaran buruk bagi masyarakat,...

Pilkada Lamsel 2020 “Big Match”

PEMILIHAN kepala daerah (Pilkada) 2020 di Lampung Selatan (Lamsel)...

Himel “Blunder”

LAMSEL - CERITA WARTA, NIATAN Hipni - Melin (Himel)...
spot_img
Semua Negara
595,436,089
Total kasus terkonfirmasi Kasus Covid
Updated on August 15, 2022 3:02 pm

Langganan Berita

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

Berita SebelumnyaFair Play

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini