Lotek Tuna dan LKTI Tahun 2023 Kabupaten Lampung Selatan Memasuki Penilaian

0
231

Lampung Selatan, Wartaalam.com – Lomba Teknologi Tepat Guna (Lotek Tuna) dan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tahun 2023 yang digelar Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Lampung Selatan memasuki tahapan penilaian dewan juri.

Sekira 14 peserta yang mengikuti perlombaan yang digelar di Kantor Balitbang kabupaten setempat terlihat antusias mengikuti penilaian.

Kepala Balitbang M. Yusuf didampingi Kabid Inovasi dan Teknologi Lafran Habibi mengatakan, para peserta lomba tersebut diberikan waktu 7 menit untuk pemaparan serta 33 menit untuk pendalaman dan tanya jawab.

“Untuk penilaian atau presentasi lomba Lotek Tuna pada hari ini diikuti tujuh peserta dari kalangan masyarakat,” kata Lafran Habibi dari rilis yang diterima, Kamis (9/11/2023).

Lafran Habibi berharap, melalui lomba tersebut, kedepannya dapat melahirkan inovasi-inovasi yang akhirnya dapat memudahkan masyarakat.

“Kita ingin, ke depannya semakin banyak inovasi yang bermunculan. Sehingga berinovasi ini dapat menjadi sebuah budaya di tengah masyarakat,” ujarnya.

Terkait lomba LKTI, dia mengatakan, lomba itu diharapkan dapat memunculkan ide dan gagasan dalam penyelesaian permasalahan pembangunan.

“Seperti yang kita lihat, kebanyakan peserta LKTI mengangkat tema tentang stunting, penanganan anak putus sekolah, kemiskinan ekstrem dan UMKM. Dengan begitu, kami berharap, permasalahan itu dapat dicarikan solusinya,” katanya.

Sementara, peserta lomba Lotek Tuna, Aditiya Pangestu menuturkan, dirinya senang Pemkab Lampung Selatan telah menggelar lomba tersebut.

“Iya senang, sejauh ini belum pernah saya mengikuti lomba semacam ini. Kami berterimakasih, karena diberikan ruang untuk menyalurkan hasil karya kami dalam bentuk lomba,” kata dia.

Warga Desa Munjuksampurna, Kecamatan Kalianda itu menjelaskan, dalam perlombaan Lotek Tuna tersebut, dirinya mendaftarkan teknologi tepat guna dalam bentuk alat pendeteksi pencurian sapi. Dimana, alat tersebut dipasang di kandang hewan ternak, dan dapat menimbulkan suara apabila terdapat gerakan-gerakan yang mencurigakan.

“Jadi, kalau ada yang mau mencuri, alaramnya berbunyi. Sehingga, ini dapat mencegah ada tindak kriminal pencurian hewan ternak,” ujar Aditiya Pangestu.

Selain Aditiya Pangestu, Lomba Lotek Tuna tersebut juga diikuti seorang tenaga pendidik. Dia Dini Gusti Rini. Guru dari SMAN 1 Kalianda.

Teknologi Tepat Guna yang didaftarkan Dini Gusti Rini, tempat penyaringan minyak jelantah (Tempe Mijel) untuk menghasilkan biodiesel berkualitas dari bahan-bahan bekas dilengkapi dengan sensor infrared ramah lingkungan.

“Harapan kami, dengan mengikuti lomba ini, hasil dari teknologi tepat guna ini dapat semakin besar dan dapat menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat,” kata Gusti Rini.

Sementara itu, untuk kategori SMA/sederajat penilaian/penyajian presentasi akan dilaksanakan pada 10 November 2023. Sedangkan untuk tingkat mahasiswa, mereka akan mengikuti proses penilaian persentasi pada hari Senin tanggal 13 November tahun 2023 di Aula Kantor Balitbang Lampung Selatan. Jumlahnya 9 peserta. (amar/kmf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini