26.5 C
Bandar Lampung
Jumat, Oktober 7, 2022
spot_img
BerandaDaerahTokoh Adat Lamsel Bantah Pernyataan Aksi AMHLS di KPK

Tokoh Adat Lamsel Bantah Pernyataan Aksi AMHLS di KPK

 11 dilihat

LAMPUNG SELATAN – WARTAALAM.COM – Aksi yang digelar Aliansi Masyarakat Hanggum Lampung Selatan (AMHLS), di halaman Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Kamis (13/1/2022) mengatasnamakan masyarakat adat itu menuai bantahan.

Bantahan tersebut dinyatakan Pangikhan Tihang Makhga Sai Batin Marga Legun Kebandakhan Kesugihan, Azhar Marzuki. Tumenggung Nimbang Makhga Legun Kebandakhan Way Urang, Sopiyan.

Kemudian, Pangikhan Punyimbang Agung Sai Batin Makhga Rajabasa, David Merison, Pangikhan Naga Bringsang V Sai Batin Makhga Dantaran, Ahmad Fajirin dan Panglima Sindang Kunyaiyan Batin Jaksa Zamroni.

Mereka membantah, demo yang dilakukan di depan kantor KPK tersebut merupakan murni sebuah gerakan lembaga-lembaga tertentu, tidak ada campur tangan masyarakat adat.

“Terkait unjuk rasa (di depan Kantor KPK, red) tersebut tidak ada keterlibatan ataupun mengutus perwakilan secara adat khususnya adat di Lampung Selatan.
Kami warga adat mendukung program pembangunan bupati Lampung Selatan,” kata Pangikhan Tihang Makhga Sai Batin Marga Legun Kebandakhan Kesugihan, Azhar Marzuki, kepada sejumlah wartawan di Lamban Marga Legun Kebandakhan Kesugihan, Kamis (13/1/2022), petang.

Hal serupa juga dikatakan Tumenggung Nimbang Makhga Legun Kebandakhan Way Urang, Sopiyan.

Menurutnya, jika ada segelintir orang yang termasuk warga adat yang mengikuti aksi itu, dipastikan seseorang itu bergerak atas inisiatif personal.

“Dari aksi tersebut, kami juga tidak dapat intervensi kepada rekan-rekan yang ada di sana. Sebab, menyatakan hak di muka umum memang dilindungi undang undang. Tapi, jika ada potensi gejolak di masyarakat dengan adanya aksi tersebut, maka kami berhak ambil tindakan,” katanya.

Pernyatan itu juga disampaikan Pangikhan Punyimbang Agung Sai Batin Makhga Rajabasa, David Merison.

Ia memastikan, pihak Sai Batin Marga Rajabasa tidak mengirim utusan mengikuti aksi itu.

“Saya tidak mewakilkan atapun mengutus masyarakat adat saya untuk mengikuti aksi di Jakarta,” katanya.

Panglima Sindang Kunyaiyan Batin Jaksa Zamroni mengatakan, mengenai tindaklanjut pengembangan kasus fee proyek di Lamsel, semestinya warga mempercayakan kerja tersebut kepada KPK.

“Saya rasa, KPK adalah orang-orang pilihan. Kalau memang dalam kasus itu menurut KPK perlu ada yang harus dikembangkan, maka pasti akan dikembangkan. Kita tidak perlu melakukan intervensi,” katanya.

Zamroni mengatakan, semestinya pengunjuk rasa di KPK memahami terlebih kinerja penanganan dan pengembangan kasus yang telah disidangkan. Agar tidak kebablasan memberikan presur terhadap kerja KPK.

“Kami berharap Lampung Selatan tetap kondusif dan seluruh warga mendukung program pembangunan Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto,” tuturnya. (hen/rif)

Berita Terkait

PSSI Sebut FIFA tak Bahas Sanksi Indonesia Akibat Tragedi Kanjuruhan

JAKARTA, WARTAALAM.COM - Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto...

Karateka Lampung Gondol Dua Emas di Kejurnas FORKI di Padang

BANDAR LAMPUNG, WARTAALAM.COM - Dua karateka Provinsi Lampung menggondol...

Lampung Maksimalkan Pengelolaan Kakao

BANDAR LAMPUNG, WARTAALAM.COM -Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengatakan mulai...

Polisi Tangkap Dua Penambang Liar di Lamtim

BANDAR LAMPUNG, WARTAALAM.COM - Polres Lampung Timur menangkap dua...
spot_img
Semua Negara
625,681,415
Total kasus terkonfirmasi Kasus Covid
Updated on October 7, 2022 8:55 am

Langganan Berita

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini