Pertengahan Desember Real Pendapatan Lampung Timur Rp 2 T Lebih

0
775

LAMPUNG TIMUR, WARTAALAM. COM – Pendapatan Daerah Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) 20 Desember 2022 telah mencapai sekira Rp 2 triliun atau 84,44 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan sekira Rp 2,351 triliun.

Saat ini Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat masih melakukan berbagai upaya.

Kepala Bapenda Kabupaten Lampung Timur, Agus Firmansyah Lukman, kepada awak media, Jumat (23/12/2022) mengatakan, jumlah tersebut juga termasuk realisasi pendapatan dari Dana Bagi Hasil (DBH) (transfer) pusat sekira Rp 51 miliar dan DBH Provinsi sampai dengan triwulan 2 sekira Rp116 miliar.

“Termasuk juga DBH pajak rokok Triwulan tiga, dengan kisaran Rp 10 sampai Rp 13 miliar tiap triwulanya,” katanya.

Menurut dia, dana Rp 2 triliun lebih tersebut sudah merupakan pendapatan keseluruhan dari total target sekira Rp.2,352.309.762.277. sampai dengan 20 Desember sudah terealisasi 85,44 persen.

Penerimaan pajak daerah saat ini telah mencapai 92,30 persen atau sekira Rp 74,010.000.193. dari target Rp 80.180.000.000.

Sementara pajak restoran saat ini telah melebihi target sekira Rp 2 miliar. Saat ini telah terealisasi 137,56 persen atau sekira Rp 2,7 miliar.

Pada Anggaran 2022 Bapenda juga menarik Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) melebihi target, dari sekira Rp 19,5 miliar, tahun 2022 memperoleh Rp 20,4 miliar lebih.

Hanya saja, Kabupaten Lampung Timur saat ini per 20 Desember 2022 belum mencapai target pada pendapatan pajak mineral bukan logam dan batuan (batu belah), yang ditargetkan sekira Rp 6 miliar, saat ini hanya berhasil mencapai 6,3 persen.

Sedangkan untuk pajak pasir dan kerikil hingga saat ini masih nol.
Dan pada Pajak Penerangan Jalan (PPJ) pun telah melebihi target sekira 105,31 persen.

Berdasarkan data pendapatan pada hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan, melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) hingga saat ini menjelang akhir tahun anggaran 2022 baru terealisasi 3,53 persen.

Dari target Rp 78 miliar, dan Kabupaten berjuluk Bei Tuwah Bepadan hanya mendapatkan Rp 2,7 miliar saja. (fir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini