Diversifikasi Olahan Solusi Tingkatkan Konsumsi Ikan

0
943

BANDAR LAMPUNG, WARTAALAM.COM – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung Liza Derni mengatakan melalui diversifikasi olahan produk perikanan menjadi solusi meningkatkan angka konsumsi ikan (AKI) di daerah.

Pengolahan produk perikanan baik laut ataupun perikanan budidaya di Lampung saat ini sudah banyak,” ujar┬áLiza Derni, di Bandarlampung, Rabu (21/9/2022).

Ia mengatakan, adanya diversifikasi pengelolaan produk perikanan tersebut menjadi upaya meningkatkan kegemaran masyarakat untuk mengkonsumsi ikan.

“Untuk konsumsi ikan berdasarkan data terakhir pada 2020 sekira 34,77 kilogram per kapita dari target 34,54 kilogram per kapita, akan coba ditingkatkan sebab kami berupaya mengubah pola pikir masyarakat yang menganggap makan ikan terlalu banyak akan membuat sakit,” katanya.

Dia mengatakan, untuk memutus stigma tersebut kini telah banyak dikembangkan UMKM dan unit pengolahan ikan (UPI) yang melakukan pengelolaan produk turunan ikan.

UPI dan UMKM perikanan sekarang sudah makin banyak produk turunannya seperti camilan ikan patin, abon, ikan asap. Ini juga menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk gemar mengkonsumsi ikan melalui keberagaman produk olahan, ujarnya.

Ia mengharapkan tingkat konsumsi makan ikan di daerahnya dapat terus bertambah serta mampu mengurangi angka stunting.

Konsumsi ikan yang teratur bisa pula mencegah stunting pada anak. Jadi akan terus dilakukan inovasi untuk pengelolaan keberagaman produk perikanan, kata dia .

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung konsumsi ikan mengalami peningkatan tiap tahunnya.

Dimana pada dalam lima tahun terakhir, pada 2016 dari target 27,72 kilogram per kapita capaiannya 28,42 kilogram per kapita per tahun.

Pada 2017 dari target 29,14 kilogram per kapita dapat mencapai 33,05 kilogram per kapita, 2018 dari target 31,82 kilogram per kapita tercapai 32,31 kilogram per kapita, 2019 dari 32,64 kilogram per kapita naik 34,55 kilogram per kapita. (amar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini