Bupati Lamsel Hadiri Panen Raya Jagung

0
397

LAMPUNG SELATAN – WARTAALAM.COM – Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto menghadiri Panen Raya Jagung jenis hibrida varietas advanta 123, di Dusun Candirejo, Desa Titiwangi, Kecamatan Candipuro, Rabu (10/8/2022).

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Bibit Purwanto mengatakan, panen jagung musim tanam I merupakan hasil tingkat ketahanan pangan di kabupaten itu.

Dia mengatakan, guna mendukung ketahanan di Kabupaten Lampung Selatan, telah terbentuk 235 Gabungan Kelompok Tani, 4.311Kelompok Tani, 296 Kelompok Wanita Tani dan 193 penyuluh.

Menurut Bibit, luas tanam jagung potensi lahan kering di Kabupaten Lampung Selatan sekira 85.565 hektare dengan luas tanam 115.693 hektare. Luas panen 109.920 hektare, produksi 738 ton dan produktivitas 6,7 ton/hektare.

Kemudian, produktivitas jagung dari tahun 2019 hingga 2021 mengalami peningkatan 36 persen. Pada 2019 produksi jagung mencapai 539.302 ton, tahun 2020 sebesar 705.855 ton dan tahun 2021 mengalami kenaikan menjadi 738.178 ton.

Tahun ini anggaran APBD Lampung Selatan mengalami penyesuaian. Namun, untuk alsintan tidak ada pemangkasan anggaran.

Sementara, Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto menuturkan, daerah tersebut merupakan lumbung pangan nasioal. Melalui panen raya jagung diharapkan mampu meningkatkan komoditas pangan daerah.

“Tadi saya begitu datang, langsung diajak panen jagung yang luar biasa, ini jadi percontohan tanaman jagung. Kemudian, tadi ada juga pembuatan pupuk organik, lengkap sudah pagi hari ini. Bagaimana Lampung Selatan merupakan lumbung pangan, jagung dan padi,” tuturnya.

Nanang mengungkapkan patut bersyukur karena berada di wilayah yang beriklim tropis. Sehingga sektor pertanian dapat terus berjalan dan masyarakat tidak kekurangan persediaan bahan pangan.

“Kita patut bersukur bumi pertiwi, negara kita diberi lahan yang sangat subur dibandingkan negara tetangga. Bagaimana Allah telah memberikan alam yang luar biasa, dengan perkembangan zaman teknologi kita sudah melupakan sejarah warisan dari para leluhur kita, kita ketergantungan kepada negara luar,” katanya.

Nanang mengajak seluruh petani di kabupaten itu menjaga kualitas kesuburan tanah atau lahan pertanian, dengan cara menggunakan pupuk kompos dan mengurangi pupuk kimia.

“Ini kelemahan, kita mau instan. Panen kita cepat, tapi nanti jangka panjangnya tanah kita akan rusak, maka sekarang ini saya minta kepada para penyuluh terus mengedukasi mengajak masyarakat, agar menggunakan pupuk kompos,” katanya. (hen/amar/kmf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini