Bunda Literasi Lamsel Ingin Bangkitkan Penggunaan Aksara Lampung

0
105

LAMPUNG SELATAN – WARTAALAM.COM – Bunda Literasi Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Winarni Nanang Ermanto berupaya menjaga dan melestarikan budaya berupa aksara Lampung. Alasannya, penggunaan aksara Lampung saat ini mulai tergerus zaman.

Hal itu diungkapkan Bunda Winarni dalam acara Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca serta Pengukuhan 17 Bunda Literasi tingkat kecamatan se-kabupaten tersebut, di Lapangan Tenis Indoor, Kalianda, Rabu (3/11/2021).

Dia berharap penggunaan aksara Lampung bisa terus dikampanyekan di Kabupaten Lampung Selatan.

Caranya dengan mengupayakan penulisan aksara Lampung pada sejumlah fasilitas publik yang ada di Lampung Selatan.

Seperti di tempat pariwisata, di hotel-hotel, bandara, sekolah, kampus, dan tempat-tempat ruang publik lainnya.

Supaya dipasang aksara Lampung dibawah tulisan bahasa Indonesia,” kata ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan.

Winanri meminta pemerintah daerah setempat, khususnya bupati Lampung Selatan mendukung dan merealisasikan hal tersebut.

“Saya mohon kepada pak bupati, supaya aksara Lampung ini bisa dilestarikan bersama-sama. Jadi mungkin dari semua kantor dan ruangan harus ada tulisan aksara Lampung,” ujarnya.

Winarni mengatakan, masyarakat Lampung khususnya Kabupaten Lampung Selatan perlu melestarikan bahasa Lampung sebagai kekayaan daerah.

Menurutnya, bahasa Lampung ini unik karena memiliki aksara Lampung dan terdiri dari dialek A dan O. Sehingga generasi muda perlu melestarikan agar tidak hilang termakan zaman.

Sebagai masyarakat Lampung harus bangga karena memiliki aksara Lampung. Di Indonesia ini hanya ada delapan provinsi yang punya aksara, di antaranya Provinsi Lampung. Jadi masyarakat harus lebih mengenal lagi aksara Lampung, katanya.

Diketahui, aksara Lampung yang dikenal sebagai tulisan Basaja atau had Lampung, adalah aksara tradisional Indonesia yang berkembang di selatan Pulau Sumatera.

Aksara itu digunakan untuk menulis rumpun bahasa Lampung dan bahasa Melayu.

Aksara Lampung, sistem tulisan abugida yang terdiri dari empat macam unsur, kelabai surat (20 aksara dasar), benah surat (12 diakritik), angka, dan tanda baca. (hen/rif/kmf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini