Pembudidaya Ikan di Lampung Kembangkan Bandeng Air Laut

0
106

BANDAR LAMPUNG – WARTAALAM.COM – Seorang pembudidaya ikan di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Tohadi mengembangkan budi daya ikan bandeng air laut di keramba miliknya.

“Uji coba budi daya ikan bandeng air laut sudah saya lakukan selama satu tahun terakhir,” kata Tohadi, Minggu. (19/9/2021).

Ia mengatakan, dalam uji coba budi daya ikan bandeng air laut ini tidak ada hal yang terlampau sulit atau aneh, sebab fisik dari ikan yang biasa hidup di air tawar itu cukup bagus dan kuat.

Tohadi yang telah berkecimpung dalam budi daya ikan dan lobster sejak tahun 2005 itu mengatakan, kendala yang dihadapinya dalam budi daya ikan bandeng air laut pada bahan baku pakan.

“Bandeng ini ikan untuk dikonsumsi masyarakat umum dengan harga Rp25.0000-Rp30.000 per kilogram, nah biaya pakannya ada di kisaran Rp5.000-Rp10.000 yang murah dan mahal Rp15.000-Rp20.000, jadi dengan biaya pakan itu terkadang biaya operasional tidak tertutup,” ujar.

Dia mengatakan, dalam melakukan budi daya ikan bandeng air laut kunci utamanya berada pada pemilihan bibit ikan yang akan dibeli karena sejauh ini angka kematian ada di waktu ikan masih kecil.

“Kita harus jeli mencari bibit agar bisa bertahan hidup di air laut. Ya bibitnya ikan bandeng air tawar,” kata dia.

Dia mengatakan, budi daya ikan bandeng air di Kota Bandar Lampung bahkan mungkin di Lampung baru dirinya.

Sementara itu, pada uji cobanya tersebut dalam setahun kerambanya bisa memproduksi 8 ton ikan bandeng air laut.

“Kurang lebih dalam setahun baru bisa 8 ton, yang dipanen dalam waktu bertahap. Untuk pasarnya kami menjualnya ke Tangerang sementara ini karena kan memang produksinya belum bisa banyak karena terkendala harga pakan,” ujarnya.

Menurutnya, ikan bandeng yang dibudidayakan di air laut memiliki perbedaan dengan yang dipelihara di air tawar terutama pada warnanya yang jauh lebih bening dan jernih.

Kalau bentuk sama ikan bandeng pada umumnya, tapi warnanya lebih bening dan jernih saja, kalau di rasa kayak ada rasa ikan tongkolnya mungkin karena dibudidayakan di air laut, kata dia. (amar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini