27.6 C
Bandar Lampung
Kamis, Februari 2, 2023
spot_img
BerandaHukum & KriminalKPK Eksekusi Tiga Mantan Pemeriksa Pajak ke Lapas Sukamiskin

KPK Eksekusi Tiga Mantan Pemeriksa Pajak ke Lapas Sukamiskin

 50 dilihat

Jakarta, wartaalam.com – KPK mengeksekusi tiga orang mantan pemeriksa pajak di Kantor Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA) Tiga Jakarta yaitu Hadi Sutrisno, Jumari dan Muhammad Naim Fahmi ke Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Sukamiskin setelah ketiganya mendapat putusan berkekuatan hukum tetap.

Pada Kamis (17/6) Jaksa Eksekusi Irman Yudiandri telah melaksanakan Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta atas nama terpidana Hadi Sutrisno yang telah berkekuatan hukum tetap dengan cara memasukkan ke Lapas Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama 6 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan, kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Jumat (18/6/2021).

Selain dijatuhi hukuman badan, Hadi juga mendapat hukuman denda sebesar Rp200 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Selanjutnya pada hari yang sama jaksa ekskusi KPK juga melaksanakan putusan Mahkamah Agung (MA) untuk terpidana Jumari yang telah berkekuatan hukum tetap dengan cara memasukkannya ke Lapas Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama 5 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan.

Jumari juga diwajibkan membayar denda Rp200 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Terakhir, jaksa melakukan eksekusi terhadap terpidana Muhammad Naim Fahmi yang berdasarkan putusan MA dipidana penjara selama 6 tahun ditambah denda Rp200 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Untuk Jumari dan Muhammad Naim Fahmi, putusan tersebut sudah sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK yang meminta agar keduanya dijatuhi hukuman 5 tahun dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan (untuk Jumari) dan Muhammad Naim Fahmi dijatuhi hukuman 6 tahun penjara ditambah denda Rp250 juta subsider 3 bulan kurungan.

Bahkan Hadi mendapat hukuman lebih berat dari tuntutan karena JPU KPK menuntut Hadi untuk dihukum 5 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Ketiganya terbukti menerima suap 96.375 dolar AS (sekira Rp1,34 miliar) dari PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) terkait penetapan restitusi pajak PT WAE tahun pajak 2015 dan 2016 yang dimohonkan ke KPP PMA Tiga Jakarta.

PT Wahana Auto Ekamarga (WAE), distributor resmi kendaraan premium dengan merk Jaguar, Land Rover dan Bentley. (*)

spot_imgspot_img

Berita Terkait

Pemkab Lamtim dan Gema P5H Siap Tarik Aset Alay Tripanca

LAMPUNG TIMUR, WARTAALAM.COM - Pemerintah Kabupaten Lampung Timur (Pemkab...

Tim BNNK Lamsel Geruduk Lapas Kalianda: Beri Penyuluhan, Geledah Blok Hunian dan Tes Urin Acak

LAMPUNG SELATAN, WARTAALAM.COM - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK)...

Saksi Suap PMB Unila Akui Terima Rp 800 Juta

BANDAR LAMPUNG, WARTAALAM.COM - Saksi kasus suap penerimaan mahasiswa...

Ilegal, Satpol PP Metro Hentikan Pemasangan Tiang Internet

METRO, WARTAALAM.COM - Diduga belum memiliki uzin, Satuan Polisi Pamong...
spot_img
Semua Negara
675,491,566
Total kasus terkonfirmasi Kasus Covid
Updated on February 2, 2023 8:08 am

Langganan Berita

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini