22.5 C
Bandar Lampung
Jumat, Oktober 7, 2022
spot_img
BerandaEkonomiBursa Wall Street Runtuh Akibat Perang Dagang

Bursa Wall Street Runtuh Akibat Perang Dagang

 16 dilihat

New York, WARTAALAM.COM —  Indeks-indeks utama pada Bursa  Wall Street mengalami penurunan satu hari tertajam dalam hampir enam minggu pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah data ketenagakerjaan dan manufaktur menunjukkan bahwa perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China semakin mengancam ekonomi AS.

Amerika Serikat yang memenangkan persetujuan pada Rabu (2/10/2019) untuk memungut tarif impor senilai 7,5 miliar dolar AS barang-barang Eropa atas subsidi ilegal UE yang diserahkan ke Airbus mengancam akan memicu perang dagang trans-Atlantik yang bersifat sementara menambah kekhawatiran perdagangan.

11 indeks sektor utama S&P turun, dengan sektor energi dan keuangan masing-masing turun lebih dari dua persen.

Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan pertumbuhan gaji swasta pada Agustus tidak sekuat yang diperkirakan sebelumnya, dan mengatakan “dunia usaha telah menjadi lebih berhati-hati dalam perekrutan mereka,” dengan perusahaan-perusahaan kecil menjadi “sangat ragu-ragu.”

Itu menambah kekhawatiran yang dipicu pada Selasa (1/10/2019) ketika sebuah laporan menunjukkan aktivitas pabrik AS mengalami kontraksi ke level terendah dalam lebih dari satu dekade.

“Fakta bahwa sisi manufaktur ekonomi di AS dan secara global dalam keadaan buruk tidak seharusnya menjadi berita baru bagi siapa pun. Tetapi tingkat kegagalan kemarin adalah sesuatu yang mendorong langkah dua hari ini,” kata Kepala Strategi Ekuitas dan Derivatif AS di BNP Paribas, Greg Boutle.

Data ang lemah baru-baru ini telah mengguncang kepercayaan investor pada kekuatan ekonomi domestik, yang telah menunjukkan ketahanan relatif dalam menghadapi perlambatan pertumbuhan global. Kepercayaan dalam ekonomi AS telah membantu mendukung Wall Street tahun ini.

“Jika China membeli lebih sedikit dari kami, kami memiliki lebih sedikit untuk diproduksi, lebih sedikit pesanan untuk diisi. Data ini menunjukkan kita tidak kebal terhadap sengketa perdagangan ini, yang merugikan kita dan juga China,” kata Kepala Strategi Investasi CFRA Research Sam Stovall.

Fokusnya sekarang pada laporan pekerjaan yang lebih komprehensif dari Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat (4/10/2019) untuk petunjuk lebih lanjut tentang kesehatan ekonomi AS.

Indeks S&P 500 dan Dow Jones tergelincir di bawah MA (moving average) 100-hari untuk pertama kalinya dalam sekitar sebulan. Banyak investor percaya bahwa jatuh di bawah rata-rata pergerakan seperti itu berarti indeks cenderung jatuh lebih jauh.

Indeks S&P 500 sekarang sekitar lima persen di bawah rekor tertingginya sepanjang masa pada Juli setelah mencapai jarak yang sangat dekat dari tanda dua minggu lalu. Selama 12 bulan terakhir, S&P 500 turun sekitar satu persen.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 494,42 poin atau 1,86 persen, menjadi berakhir di 26.078,62 poin. Indeks S&P 500 berkurang 52,64 poin atau 1,79 persen, menjadi ditutup di 2.887,61 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 123,44 poin atau 1,56 persen, menjadi berakhir di 7.785,25 poin. Demikian laporan yang dikutip dari Reuters. (*)

Berita Terkait

Lampung Jaga Kesehatan Koperasi

BANDAR LAMPUNG, WARTAALAM.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung meningkatkan...

Hasil Liga Europa: MU Menang, Arsenal Perkasa, Roma Keok

JAKARTA, WARTAALAM.COM - Manchester United menang tipis 3-2 atas...

Rapat Paripurna DPRD, Bupati Lamsel Sampaikan Rancangan APBD TA 2023

LAMPUNG SELATAN, WARTAALAM.COM - Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang...

Atletico Madrid Kalah 0-2 dari Club Brugge

JAKARTA, WARTAALAM.COM - Atletico Madrid takluk 0-2 di kandang...
spot_img
Semua Negara
625,792,449
Total kasus terkonfirmasi Kasus Covid
Updated on October 7, 2022 4:00 pm

Langganan Berita

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini