26.5 C
Bandar Lampung
Jumat, Oktober 7, 2022
spot_img
BerandaNasionalEks Penasihat KPK Sebut Jokowi Bisa Ditangkap

Eks Penasihat KPK Sebut Jokowi Bisa Ditangkap

 12 dilihat

Jakarta, WARTAALAM.COM — Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua mengungkapkan pernyataan mengejutkan soal Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut ia sampaikan ketika berbicara dalam diskusi Islamic Lawyers Forum bertema “Revisi UU KPK perlemah pemberantasan Korupsi?”

Diskusi itu diselenggarakan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat pada Minggu (22/9/2019) di Jakarta.

Salah satu pernyataan Abdullah Hehamahua dalam acara tersebut berkaitan dengan nasib Jokowi jika kalah Pilpres 2019.

Abdullah Hehamahua mengaku kasihan pada Jokowi jika itu terjadi, karena kata dia, Jokowi akan ditangkap. Penyebabnya berhubungan dengan pembangunan insfrastruktur di berbagai daerah di Indonesia.

“Menjelang Pilpres 2019, saya katakan, secara pribadi saya kasihan sama Jokowi karena kalau dia tidak terpilih 2019, dia akan ditahan, akan ditangkap,” tuturnya.

“Karena semua proyek pembangunan infrastruktur dari Aceh sampai Papua itu melanggar peraturan perundang-undangan karena dia menggunakan Keppres, tidak melakukan Undang-Undang,” imbuh pria yang namanya dikenal saat menjadi korlap aksi massa sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) ini, pada Juni lalu.

Abdullah Hehamahua juga melaporkan, menurut audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), selama tiga tahun berjalan, terdapat ratusan bukti pelanggaran dalam proyek infrastruktur.

“Kalau audit BPK dari 2015 sampai 2018 ada 400 lebih pembuktian pelanggaran, yang itu ada, saya lupa, 300 something triliun terhadap proses itu,” tegasnya.

“Oleh karena itu maka, dia akan terpilih 2024, supaya dia tidak ditangkap 2019, tapi kan 2024, itu Undang-Undang Dasar menetapkan hanya sampai dua periode. Maka kemudian setelah 2024 dia tidak calon lagi, ditangkap, sehingga saya bilang, daripada lima tahun rugi negara, ya sudah dihentikan 2019 saja,” lanjut Abdullah Hehamahua.

“Karena itu ada wacana ada ditambah lagi dua tahun, sehingga nanti 2026 dia masih presiden,” ujarnya.

Belum ada tanggapan dari pihak terkait terhadap pernyataan Abdullah Hehamahua. (*)

Berita Terkait

PSSI Sebut FIFA tak Bahas Sanksi Indonesia Akibat Tragedi Kanjuruhan

JAKARTA, WARTAALAM.COM - Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto...

Soal Warisan, Ayah dan Anak Bunuh Keluarga

BANDAR LAMPUNG, WARTAALAM.COM - Kabid Humas Polda Lampung, Kombes...

Kodim 0421 LS Gelar Upacara Peringatan HUT ke-77 TNI Tahun 2022

LAMPUNG SELATAN, WARTAALAM.COM - Kodim 0421/LS memperingati Hari Ulang...

Piala Asia U-17, Indonesia Tekuk Guam 14-0

JAWA BARAT - WARTAALAM.COM - Tim nasional U-17 Indonesia...
spot_img
Semua Negara
625,627,875
Total kasus terkonfirmasi Kasus Covid
Updated on October 7, 2022 7:55 am

Langganan Berita

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini