Melalui gerakan Akar Rumput (The Rhising Tide) TNI Ajak Masayarakat Atasi Masalah Sampah di Indonesia

0
327

Ketapang, Lampung Selatan, Wartaalam.comĀ – Acara atau kegiatan The Rhising Tide tersebut bertempat di Pantai Pidada, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Senin (2/10/2023).

Acara atau kegiatan The Rhising Tide tersebut dimulai pukul 09.00 WIB, dimulai dengan penampilan drumband dari SMA Kebangsaan Lampung.

Lalu, acara atau kegiatan The Rhising Tide tersebut dimulai dengan sambutan Dandim 0421/Lampung Selatan Letkol Inf Fajar Akhirudin.

Kemudian acara atau kegiatan The Rhising Tide tersebut dilanjutkan dengan sambutan perwakilan The Rhising Tide Yansyah.

Acara atau kegiatan The Rhising Tide ini sudah berjalan tahun ke-3.

Acara atau kegiatan The Rhising Tide tersebut akan selesai di Jakarta, (5/10/2023) dengan jarak 3.141 kilometer dengan jarak waktu 35 hari.

Acara atau kegiatan The Rhising Tide ini sudah berjalan sejauh 2.900 kilometer dengan jarak waktu 31 hari.

Hadir dalam acara The Rhising Tide tersebut, Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto yang diwakili Kasat Pol PP Maturidi Ismail. SH, Kabid Pariwisata Destinasi dan Industri Syaifuddin Djamilus, Dandim 0421/Lampung Selatan Letkol Inf Fajar Akhirudin, Danlanal Lampung diwakili oleh Wandanal Mayor Laut Agus Handoyo, Polres Lampung Selatan yang diwakili, Kajari Lampung Selatan yang mewakili, Camat Ketapang Rendy Eko Supriyanto. S. Stp.

Acara atau kegiatan The Rhising Tide ini juga dilanjutkan dengan pengambilan sampah oleh seluruh peserta, TNI, dan masyarakat.

Acara atau kegiatan The Rhising Tide ini juga di sponsori Le minerale.

Acara atau kegiatan The Rhising Tide ini ditandai dengan penyelaman yang dilakukan oleh peserta, pukul 09.45 WIB.

Penyelaman dilakukan oleh 3 orang yang dilakukan selama setengah jam sekali hingga Merak, penyelaman 3 mil atau 10 kilometer.

Dandim 0421/Lampung Selatan Letkol Inf Fajar Akhirudin mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta, panitia dan masyarakat yang telah berpartisipasi terhadap acara ini.

Lebih lanjut Fajar meminta kepad para peserta untuk menjaga kesehatan selama acara berlangsung

“Mudah-mudahan bapak-bapak senantiasa selalu diberikan kesehatan selalu keselamatan selalu. Dan mudah-mudahan yang paling utama adalah amanah yang dibawa oleh bapak-bapak mudah-mudahan berkenan dan berkesan bagi masyarakat,” katanya.

“Acara kemarin dari mulai wilayah Lampung Tengah jajaran Pesawaran Lampung Selatan bagaimana kita selalu sampaikan iklankan bahwa stok wariskan sampah stop wariskan sampah,” ujarnya.

Fajar mengatakan saat ini kegiatan sudah berada di ujung daripada Pulau Sumatera bagian Selatan dan ini adalah bagian daripada melintas bagian laut.

Lebih lanjut, nantinya akan dilanjutkan ke perbatasan pulau Jawa bagian Barat dalam hal ini wilayah Merak.

“Nanti Untuk teknis pelaksanaan dan lain-lain sudah diatur oleh Lanal. Kebetulan kami juga punya anak yang mengatur nanti pelaksanaan kegiatan sampai dengan dari penyiapan pemberangkatan sampai dengan nanti sampai di akhir pada saat perbatasan,” katanya.

“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih dan salam hormat bangga saya kepada bapak rekan-rekan semua yang ada yang telah hadir di wilayah Kabupaten Lampung Selatan,” ujarnya.

Pembawa Pesan The Rhising Tide Yansyah mengatakan kegiatan The Rhising Tide ini merupakan kampanye untuk mendorong mengatasi masalah sampah yang ada di Indonesia.

“Ini merupakan kerjasama atau kolaborasi semua pihak, untuk melihat isu permasalahan terkait masalah lingkungan yang ada di Indonesia,” katanya.

“Tahun lalu kami bersama Bapak Kepala Staf Angkatan Laut kala itu adalah Laksamana TNI Yudo Margono kami bersepakat memulai gerakan kala itu di Bali dan bertepatan dengan presidensi G20 di Bali,” ujarnya.

Lebih lanjut Yansyah mengatakan hal ini bertujuan untuk penyelamatan ruang laut di Indonesia.

Untuk megatasi masalah isu terkait sampah plastik yang ada dilaut. Dengan kegiatan ini komitmen besar dibuat kala itu bersama Kepala Staf Angkatan Laut untuk menyelamatkan laut.

“Sejalan dengan visi misi kami, akhirnya kami berhasil mendapatkan dukungan dari Ketua MPR dari dewan pertimbangan presiden Bapak Darto dan Subroto dan satu lagi adalah dari Kementerian lingkungan hidup tahun lalu,” ujarnya.

Yansyah menyebut visi misi tahun bergerak melihat isu lingkungan.

“Ini penting khususnya untuk menanggulangi masalah sampah plastik. Darisitu komitmen dibuat salah satunya adalah Bapak Panglima secara berkomitmen terus mendukung gerakan akar rumput anak-anak muda,” katanya.

“Bagaimana dapat bertanggung jawab, bagaimana dapat berkomitmen, mendorong perubahan secara nyata berkelanjutan yang paling penting adalah berdampak nyata untuk masyarakat beliau berkomitmen salah satunya melalui PDH dari TNI,” ujarnya.

Yansyah mengatakan secara bertahap TNI akan menggunakan pakaian berbasis daur ulang sampah plastik.

Lebih lanjut Yansyah menyebut harapannya besarnya seluruh ASN di Indonesia akan mengikuti gerakan ini di tahun 2024 itu.

“Harapan dan mimpi kami bersama Bapak Panglima TNI 27 September kemarin menyelamatkan ruang laut di Indonesia,” katanya.

Yansyah menyebut salah satunya mengurangi polusi sampah plastik untuk masuk ke laut 71 persen.

Masih kata Yansyah, berdasarkan data, masyarakat, masih kurang peduli terhadap hal yang sederhana yaitu tanggung jawabnya terkait masalah sampah

“Hari ini kami cukup senang melihat pantainya, semata yang kami melihat bebas dari sampah plastik. Harapannya hal seperti ini dapat terus ditingkatkan dan dapat terus di duplikasi di sepanjang pesisir yang di angkatan laut,” katanya.

“Kami memiliki komitmen salah satunya adalah Kampung Bahari nusantara dalam hal tersebut kita membuka ada 5 Cluster di dalamnya salah satunya. Bagaimana peran bagaimana potensi maritim itu berjalan untuk melihat lingkungan terutama di wilayah laut,” ujarnya.

Menurutnya hal itu sangat penting dijaga Indonesia agar memiliki mimpi menjadi negara poros maritim dunia.

“Hal itu sudah dicanangkan oleh bapak presiden dan di afirmasi oleh bapak panglima dengan aksi-aksi strategis yang di memiliki tujuan utama adalah mendorong aksi terutama generasi muda untuk bagaimana berperan aktif dan berjuang untuk masa depannya,” katanya.

“Pesan bapak kepada kami disepanjang perjalanan sampaikan hal tersebut mereka kami generasi muda adalah calon pemimpin di masa depan. Tapi kalian harus memperjuangkan masa depan kalian dengan melakukan sesuatu yang paling sederhana,” ujarnya.

Yansyah menyebut pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

“Kegiatan The Rhising Tide ini untuk menegaskan kembali kesungguhan perjalanan ini bukanlah perjalanan yang mudah. Perjalanan ini menguras secara fisik maupun mental, bahkan nyawa menjadi taruhannya,” katanya.

“Tapi hal itu tidak mentok hal itu tidak menghentikan langkah kami berjalan dari satu titik ke titik yang lain. Karena kami yakin kami membawa amanat yang sangat penting yang diemban yang ditugaskan kepada kami dari bapak Panglima sebarkan bangun kesadaran masyarakat lewat aksi,” ujarnya.

Karena menurutnya, hanya aksi yang dapat mendorong perubahan

“Kami meminta dengan semua kerendahan hati tolong lihat perjalanan kami sebagai perjalanan dimana kita akan menemukan banyak sekali masalah untuk menyelesaikan isu lingkungan,” katanya.

“Selama kita terus berjabat tangan selama kita terus bergotong-royong dan saling membantu kita akan sampai di titik di mana itu hasil kerja kita bersama,” ujarnya. (DN)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini