Depresi Terlilit Hutang, Pedagang Motor Bekas di Pringsewu Gantung Diri

0
381

PRINGSEWU, WARTAALAM.COM – Seorang pemuda yang berprofesi pedagang sepeda motor bekas di Kecamatan Ambarawa, Pringsewu, Lampung ditemukan tewas gantung diri di garasi rumahnya, Rabu (30/8/2023) sore.

Korban, SP (27), diduga nekat mengakhiri hidup dengan jalan lintas karena depresi terlilit hutang.

Kapolsek Pringsewu Kota, AKP Rohmadi mengatakan, peristiwa itu kali pertama diketahui bapak korban sekira pukul 16.00 Wib sepulang dari bekerja di sawah.

Korban ditemukan dalam posisi gantung diri dengan seutas tali trackbel warna hijau yang diikatkan di balok kayu garasi samping rumah.

Melihat anaknya tewas dengan cara tidak wajar, ayah korban histeris dan berteriak meminta tolong. Ibu korban yang mendengar teriakan suaminya lantas datang dan kemudian bersama- sama suaminya memotong tali yang menjerat leher korban lalu bersama warga membawanya ke klinik kesehatan terdekat.

Sementara warga lain melaporkan kejadian tersebut ke Polisi, ujar AKP Rohmadi melalui release humasnya, Kamis (31/8/2023)

Adanya kejadian itu, kata Rohmadi, pihaknya langsung datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah korban.

Juga melakukan identifikasi dan pemeriksaan terhadap jenazah korban bersama tenaga medis dari Klinik Saraswati dan Puskesmas Ambarawa.

Hasilnya, kata Kapolsek, ditubuh korban tidak terdapat luka lain kecuali bekas jeratan tali pada lehernya.

Ia menduga penyebab kematian korban murni bunuh diri.

Menurut Kapolsek, pihaknya masih melakukan penyelidikan sebab pasti korban sampai nekat mengakhiri hidup dengan jalan bunuh diri.

Namun ia menduga korban nekat bunuh diri karena motif depresi akibat terlilit hutang.

“Hal itu dikuatkan dengan keterangan sejumlah saksi yang menyatakan korban beberapa waktu belakangan sering mengeluh ada masalah dan di ponsel miliknya juga terdapat sejumlah percakapan yang bernarasi tagihan hutang,” katanya.

Menurut Rohmadi jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sebab keluarga korban menolak dilakukan autopsi. (pon)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini