FIFA Batalkan Drawing Piala Dunia U-20

0
602
Anggota komite eksekutif PSSI Arya Sinulingga (kanan) menjawab pertanyaan para pewarta pada konferensi pers yang berlangsung di GBK Arena, Jakarta, Minggu (26/3/2023). (ant)

JAKARTA, WARTAALAM.COM – FIFA telah membatalkan drawing Piala Dunia U-20 di Bali, Sabtu pagi, meski federasi sepakbola dunia itu belum memberikan surat resmi kepada PSSI. Demikian disampaikan anggota komite eksekutif Arya Sinulingga pada konferensi pers yang berlangsung di GBK Arena, Jakarta, Sabtu (25/3/2023).

Drawing untuk mengundi grup para peserta Piala Dunia U-20 awalnya direncanakan berlangsung di Bali pada 31 Maret. Namun penolakan untuk menerima timnas Israel yang dilontarkan gubernur Bali serta Pemerintah Provinsi Bali berujung pada pembatalan acara tersebut.

“Memang kami belum mendapatkan surat resmi dari FIFA. Tapi pesannya jelas, dibatalkan. Dan ini memang kami maklumi karena adanya penolakan dari gubernur Bali, Pemprov Bali, yang menolak kedatangan tim Israel. Sehingga dengan sendirinya, kan drawingnya tidak mungkin dilakukan tanpa keikutsertaan satu tim peserta,” kata Arya.

Arya menyatakan PSSI memahami peliknya memisahkan antara urusan politik dan olahraga.

Oleh sebab itu, Arya mengatakan Ketua Umum PSSI Erick Thohir akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri sebagai penanggung jawab diplomasi dan politik luar negeri, serta kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai panitia penyelenggara lokal Piala Dunia U-20.

Erick juga disebutkan akan segera melaporkan situasi dan masalah yang dihadapi kepada Presiden RI Joko Widodo, untuk mencari solusi terbaik.

Ketua umum PSSI juga berharap akan membuka komunikasi dengan FIFA dalam waktu dekat, untuk bisa mendapatkan jalan keluar.

PSSI juga telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Bali, namun Arya menyebut pihaknya menghormati pendirian provinsi tersebut.

“Kita kan PSSI dalam posisi penyelenggara, pertama (mereka) menolak kehadiran (timnas Israel), kemudian drawing, jadi kita juga akhirnya susah, nggak bisa lagi meminta untuk di sana,” tuturnya

Arya mengatakan, masalah Piala Dunia U-20 dapat menyebabkan Indonesia dijatuhi hukuman FIFA. Sebab sejak awal Indonesia sudah mengajukan diri menjadi tuan rumah dengan segala konsekuensinya, namun kemudian gagal memenuhinya maka dapat disebut Indonesia telah melanggar sendiri apa yang telah disepakati sebelumnya.

“Tahun 2018 kita pernah dibanned juga, pernah kita alami, jadi bukan sesuatu yang baru kita mengalami itu dan kita kan nggak mau itu bakal terjadi lagi di kita. Di samping kita tidak bisa ikut pertandingan internasional, juga ke dalamnya semua Liga kita ini terdaftar dan diakui FIFA, Liga 1, Liga 2, Liga 3 diakui FIFA dengan seandainya kita dikucilkan maka Liga kita ini kan nggak ada lagi nanti,” tutur Arya.

Bali merupakan dari enam lokasi pelaksanaan Piala Dunia U-20. Selain Bali, gelaran prestisius itu rencananya juga akan berlangsung di Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, dan Palembang. (tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini