Jalan Penghubung Kecamatan di Lampung Selatan Rusak Parah

0
308
Kondisi jalan di Kecamatan Sragi Lampung Selatan yang rusak parah (ant)

LAMPUNG SELATAN, WARTAALAM.COM – Kondisi jalan alternatif, tepatnya di Desa Suka Randeg, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, rusak parah. Hampir seluruh badan jalan penuh lubang, bergelombang, dan sudah tidak beraspal lagi, warga yang melintas harus ekstra hati-hati karena kerap terjadi kecelakaan.

Seorang pengendara roda dua yang sering melintas, Soleh, di Palas mengatakan, kondisi jalan yang sudah tidak baik, mengakibatkan sering terjadi kecelakaan.

“Ya kondisi jalan sangat tidak baik pak merugikan masyarakat yang melintas sebab banyak terjadi kecelakaani,” katanya, Minggu (8/1/2023).

Jalan tersebut merupakan jalur penghubung antara Kecamatan Palas dan Sragi, selain itu satu- satunya aksen menuju Kantor Camat Sragi.

Seorang sopir truk yang sering membawa hasil bumi.Supriono berharap, jalan segera diperbaiki sebab banyak mobil yang membawa hasil bumi mengalami kerusakan akibat jalan yang berlubang dalam.

“Harapannya tolonglah diperbaiki jalannya, sebab banyak mobil muatan hasil panen ¬†yang patah as roda akibat jalan yang bergelombang dan berlubang dan hampir tak beraspal lagi,” katanya.

Menurutnya, apabila musim panen, warga terpaksa membawa padi dengan cara dipikul atau menggunakan jasa ojek, akibatnya harga hasil bumi menjadi murah karena biaya angkut kendaraan naik 30 persen.

Seorang petani, Unel mengatakan, petani dirugikan akibat jalan yang rusak dan berlubang sehingga mobil tidak bisa masuk, terpaksa mereka harus mengeluarkan biaya lagi untuk ongkos ojek kendaraan roda dua untuk mengeluarkan hasil panen.

“Sudah rusak parah pak, kami sebagai petani dirugikan, jalan lubangnuya dalam-dalam mobil aja susah masuk, kami mau membawa hasil bumi keluar ya gimana mobil gak bisa lewat, jadi sangat dirugikanlah pengennya pemerintah cepat menperbaiki jalannya,” kata dia.

Jalan poros di Kecamatan Sragi itu rusak parah, selain rawan kecelakaan warga dirugikan karena biaya transportasi menjadi lebih tinggi, kondisi itu sudah bertahun tahun, namun belum ada tanda- tanda akan diperbaiki pemerintah.

Sudah lima tahun lebih rusak tak ada tanda- tanda akan diperbaiki, akibatnya warga mengaku dirugikan, para pengendara rugi waktu sebab untuk menuju wilayah Lampung Timur harus putar arah hingga puluhan kilometer. (ant)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini