30.1 C
Bandar Lampung
Selasa, September 27, 2022
spot_img
BerandaDaerahKPK Telusuri Aset Adik Mantan Bupati Lampung Utara

KPK Telusuri Aset Adik Mantan Bupati Lampung Utara

 11 dilihat

JAKARTA – WARTAALAM.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menelusuri kepemilikan berbagai aset tersangka Akbar Tandaniria Mangkunegara (ATMN) selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) yang juga adik mantan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara.

Untuk menelusurinya, KPK pada Jumat (29/10) memeriksa delapan saksi untuk tersangka Akbar dalam penyidikan kasus dugaan penerimaan gratifikasi di Pemkab Lampung Utara, Lampung. Pemeriksaan dilakukan di Gedung BPKP Perwakilan Provinsi Lampung.

Para saksi hadir dan dikonfirmasi terkait dugaan kepemilikan berbagai aset tersangka ATMN dan Agung Ilmu Mangkunegara yang sumbernya berasal dari pemberian ‘fee’ para pengusaha yang mengerjakan proyek di Pemkab Lampung Utara, kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Senin (1/11/2021).

Delapan saksi yang diperiksa, Maryadi selaku buruh harian lepas, Sofyan Suhaimi selaku ketua RT, wiraswasta usaha percetakan Hardiansyah, Didi selaku Pekerja Harian Lepas (PHL) di Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Utara, empat ASN masing-masing Syahrial Adhar, Herwan, Sofyan, dan Trisno.

Selain itu, KPK juga menginformasikan seorang saksi yang tidak memenuhi panggilan pada Jumat (29/10), yaitu Fria Apistama selaku ASN.

Yang bersangkutan tidak hadir dan mengonfirmasi untuk dilakukan penjadwalan ulang, ujar Ali.

Dalam konstruksi perkara, KPK menyebut tersangka Akbar sebagai representasi (perwakilan) dari Agung Ilmu Mangkunegara selaku Bupati Kabupaten Lampung Utara periode 2014-2019, berperan aktif untuk ikut serta dan terlibat dalam menentukan pengusaha yang mendapatkan bagian alokasi proyek yang ada di Dinas PUPR Lampung Utara untuk kurun waktu 2015 sampai dengan 2019.

Agung diketahui telah ditetapkan tersangka oleh KPK dalam perkara suap terkait proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara dan saat ini perkaranya telah berkekuatan hukum tetap.

Dalam setiap proyek tersebut, tersangka Akbar dibantu Syahbudin, Taufik Hidayat, Desyadi, dan Gunaidho Utama sebagaimana perintah dari Agung dilakukan pemungutan sejumlah uang (fee) atas proyek-proyek di Lampung Utara.

Realisasi penerimaan “fee” tersebut diberikan secara langsung maupun melalui perantaraan Syahbudin, Raden Syahril, Taufik Hidayat, dan pihak terkait lainnya kepada tersangka Akbar untuk diteruskan ke Agung.

Diketahui, Syahbudin merupakan mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara. Sementara Raden Syahril, orang kepercayaan Agung.

Selama kurun waktu 2015-2019, tersangka Akbar bersama-sama dengan Agung, Raden Syahril, Syahbudin, dan Taufik Hidayat diduga menerima uang seluruhnya berjumlah Rp100,2 miliar dari beberapa rekanan di Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara.

Selain mengelola, mengatur, dan menyetor penerimaan sejumlah uang dari paket pekerjaan pada Dinas PUPR untuk kepentingan Agung, tersangka Akbar diduga juga turut menikmati sekitar Rp2,3 miliar untuk kepentingan pribadinya.

Atas perbuatannya, Akbar disangkakan melanggar Pasal 12B atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 KUHP. (*)

Berita Terkait

Pekon Sukamulya Bagikan BLT DD Tahap II Tahun 2022

PRINGSEWU, WARTAALAM.COM - Pemerintahahan Pekon Sukamulya, Kecamatan Banyumas, Kabupaten...

KPK RI Kampanyekan Anti Korupsi Sejak Dini di Lamsel

LAMPUNG SELATAN, WARTAALAM.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI...

10 Penyandang Disabilitas di Pringsewu Ikuti Pelatihan Membatik

PRINGSEWU, WARTAALAM.COM - Sekira 10 penyandang disabilitas di kabupaten...

Keuangan Lampung Timur Dipertanyakan

LAMPUNG TIMUR, WARTAALAM.COM - Beberapa waktu lalu, Kas Daerah...
spot_img
Semua Negara
620,794,172
Total kasus terkonfirmasi Kasus Covid
Updated on September 27, 2022 10:33 am

Langganan Berita

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini