22.3 C
Bandar Lampung
Sabtu, Oktober 8, 2022
spot_img
BerandaDaerahKWT Lampung Manfaatkan Lahan Pekarangan Cegah Gangguan Gajah

KWT Lampung Manfaatkan Lahan Pekarangan Cegah Gangguan Gajah

 12 dilihat

Lampung Timur, wartaalam.com – Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Tegal Yoso, Lampung Timur manfaatkan pekarangan rumah sebagai upaya mitigasi atas gangguan gajah serta membentuk ketahanan pangan.

“Kami sedang giat memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam, sebagai salah satu upaya membentuk ketahanan pangan serta sebagai salah satu alternatif mitigasi konflik gajah dengan manusia,” ujar seorang anggota KWT Desa Tegal Yoso Retno Ningsih, Jumat (18/6/2021).

Ia mengatakan, pekarangan rumah tersebut akan ditanami beragam tanaman yang menunjang perekonomian warga sekitar, dan yang tidak disukai gajah.

“Di desa ini sering muncul konflik antara warga dengan gajah, sebab ladang warga banyak yang rusak, sehingga upaya meminimalisasi kerugian kami mencoba memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam,” katanya.

Menurutnya, dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam, warga setidaknya dapat tetap menopang perekonomian keluarga saat ladang milik mereka dirusak satwa liar.

“Hasil tanaman yang ada di pekarangan bila dipanen setidaknya dapat dijual atau memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga ketika ladang dengan tidak sengaja dirusak satwa liar, kami masih punya simpanan untuk menopang perekonomian keluarga,” ujarnya.

Retno mengatakan lokasi konflik antara warga dengan satwa liar terutama gajah terjadi di tiga dusun dan meliputi sekitar 40 persen lahan ubi kayu serta jagung di desa tersebut.

“Kalau kawanan gajah bisa setiap hari datang, walaupun dihalau petugas namun sempat pula ada kerusakan di ladang dan untuk antisipasi adanya konflik antara satwa dengan warga, kami memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam meski tidak terlampau banyak hasilnya,” katanya.

Menurutnya, selain membentuk ketahanan pangan dan mencegah adanya konflik antara satwa dengan warga, KWT Desa Tegal Yoso juga tengah mendorong terbentuknya desa wisata madu dan sayuran.

“Kami juga mendorong terbentuknya desa wisata madu dan sayuran di sini sebagai langkah peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya. (*)

Berita Terkait

Banjir, 4.672 pelajar di Aceh Utara Diliburkan

BANDAR ACEH, WARTAALAM.COM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten...

Lampung Jaga Kesehatan Koperasi

BANDAR LAMPUNG, WARTAALAM.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung meningkatkan...

PSSI Sebut FIFA tak Bahas Sanksi Indonesia Akibat Tragedi Kanjuruhan

JAKARTA, WARTAALAM.COM - Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto...

Karateka Lampung Gondol Dua Emas di Kejurnas FORKI di Padang

BANDAR LAMPUNG, WARTAALAM.COM - Dua karateka Provinsi Lampung menggondol...
spot_img
Semua Negara
625,797,904
Total kasus terkonfirmasi Kasus Covid
Updated on October 7, 2022 6:01 pm

Langganan Berita

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini