Badan Riset dan Inovasi Nasional Kunjungi Pemkab Lamsel

0
1071

LAMPUNG SELATAN, WARTAALAM.COM – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kunjungi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Pemkab Lamsel) dalam rangka penurunan stunting.

Kunjungan yang dikemas dengan Focus Group Discussion (FGD) di Sekretariat Swasembada Gizi Kabupaten Lampung Selatan, Kalianda, Senin (20/3/2023).

Pada kesempatan itu, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Lamsel Winarni Nanang Ermanto mengatakan, layanan yang dilakukan melalui Program Swasembada Gizi yaitu, Kartu Identitas Anak (KIA) dan layanan gizi, yang merupakan layanan prioritas dengan target perubahan status gizi balita dalam dua bulan wajib dalam kondisi baik.

Layanan PAUD, layanan air minum dan sanitasi serta layanan sosial, merupakan layanan lanjutan dengan target menjaga kondisi status gizi tetap dalam kondisi baik untuk balita, ibu hamil menyusui dan remaja putri, ujarnya.

Menurut Winarni, strategi dalam komunikasi Swasembada Gizi juga perlu dilakukan. Seperti memahami dan sadar dengan mendorong informasi perubahan perilaku kepada masyarakat untuk menumbuhkan pemahaman dan kesadaran tentang kebutuhan perilaku sehat.

Pemenuhan gizi mandiri, warga dan pemerintah mampu memenuhi sumber gizi, baik secara mandiri dan keberlanjutan semua pendukung dan gotongroyong terintegrasi yang didukung kebijakan. Kader hebat dan militan yang mampu mendampingi warga dalam meningkatkan perilaku kesehatan dan pemenuhan gizi mandiri, ujar dia.

Winarni menuturkan, peran PKK dalam percepatan penurunan stunting, advokasi kebijakan pendampingan dan penguatan kapasitas PKK kecamatan dan desa/kelurahan dengan road show gerakan swasembada gizi.

Keterlibatan PKK dalam TPK dan TPPS, sebagai pergerakan dasar membantu penggerebekan dasawisma untuk membantu pencegahan dan penanganan stunting di desa dengan mendorong kebijakan layanan inklusif kesehatan termasuk untuk penanganan stunting di Puskesmas, tuturnya.

Sementara, Direktur Kebijakan Pembangunan Manusia, Kependudukan dan Kebudayaan BRIN, Anugerah Widiyanto mengatakan, dilihat dari tahun ke tahun Kabupaten Lampung Selatan telah menekan stunting. Tahun ini menekan stunting menjadi 9,9%.

“Itu juga sudah masuk dalam survei rilis SSGI tahun 2023, Lampung Selatan prevalensi stunting 9.9% dari yang semula 15,6%, turun 6.4%. Ini adalah bukti berhasil penurunan stunting,” katanya.

Dia mengatakan, progres penurunan stunting di Kabupaten Lampung Selatan cukup baik.

“Strategi-strategi yang dijalankan dari seluruh elemen juga saling bersinergi dalam menuntaskan stunting ini. Kami tidak salah datang ke Lampung Selatan,” ujarnya. (amar/kmf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini