Pelaku IKM dari Tiga Kabupaten Ikuti Sosialisasi Sertifikasi dan Standarisasi Produk

0
361

PRINGSEWU, WARTAALAM.COM – Sejumlah pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dari Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Tanggamus mengikuti Sosialisasi Sertifikasi dan Standarisasi Produk IKM, di Raja Pindang Resto, Gadingrejo, Pringsewu, Jumat (4/11/2022).

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung dibuka Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim. Turut menghadiri, di antaranya Penjabat Bupati Pringsewu yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Pringsewu Masykur, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung Elvira Umihanni, dan Kadis Koperindag dan UMKM Kabupaten Pringsewu Malian Ayub.

Chusnunia Chalim mengatakan, industri merupakan masa depan Provinsi Lampung yang menjadi pilar utama dalam perekonomian.

Penurunan kemiskinan melalui pengurangan tingkat pengangguran dapat diwujudkan dengan menumbuhkan industri, baik dalam skala kecil, menengah maupun besar.

“Untuk mendukung janji kerja gubernur Lampung yakni ‘Mengembangkan Industri Pengolahan sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru’ dalam rangka mewujudkan visi ‘Rakyat Lampung Berjaya’, tentu diperlukan suatu sinergi dan kolaborasi yang komprehensif antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pendidikan dan masyarakat,” katanya.

Sinergi dan kolaborasi, kata Nunik, sapaan wagub Lampung, juga wajib dilaksanakan di internal pemerintah yaitu adanya sinergi dan kolaborasi antara OPD yang menangani sektor hulu atau bahan baku industri, OPD yang menangani sektor hilir, serta OPD yang menangani infrastruktur untuk penunjang industri.

Menurut mantan bupati Lampung Timur, Sosialisasi Sertifikasi dan Standarisasi Produk IKM merupakan bentuk peran pemerintah mendorong tumbuhnya hilirisasi di Provinsi Lampung.

Materi yang disampaikan merupakan hal yang paling mendasar yang harus diketahui dan dipahami pelaku usaha industri, yaitu aspek legalitas dalam melaksanakan kegiatan usaha.

“Saya berharap peserta sosialisasi mengikuti kegiatan ini sungguh-sungguh dan menyimak materi yang disampaikan narasumber, sehingga memperoleh pengetahuan yang menjadi bekal dalam berusaha,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Pringsewu Masykur, mewakili Penjabat Bupati Pringsewu Adi Erlansyah, mengatakan, program kegiatan yang bersifat menyentuh langsung ke masyarakat sangat diperlukan sebagai pendorong bangkitnya perekonomian masyarakat, khususnya di Kabupaten Pringsewu, di antaranya melalui sosialisasi Sertifikasi dan Standarisasi produk IKM.

Pemkab Pringsewu, kata Masykur, juga telah memiliki Klinik UMKM yang merupakan yang pertama di Provinsi Lampung, masyarakat dapat memperoleh pelayanan perizinan serta informasi dan konsultasi terkait UMKM secara terpadu dalam satu atap.

“Untuk seluruh pelayanan yang ada di sana tidak dipungut biaya sepeserpun, di antaranya konsultasi dan informasi pemberdayaan UMKM, penerbitan NIB, SP-PIRT, sertifikasi halal, pelayanan e-KTP, NPWP dan lainnya, yang melibatkan tidak hanya perangkat pemerintah daerah, namun juga instansi lainnya seperti Kantor Pelayanan Pajak Pratama, Kementerian Agama dan lainnya,” katanya. (ade)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini