22.5 C
Bandar Lampung
Rabu, Februari 1, 2023
spot_img
BerandaDaerahHarga Jual Pertamax Naik jadi Rp12.500

Harga Jual Pertamax Naik jadi Rp12.500

 32 dilihat

JAKARTA – WARTAALAM.COM – PT Pertamina (Persero) menyatakan harga bahan bakar minyak nonsubsidi jenis Pertamax naik Rp3.500 per liter dari sebelumnya hanya Rp9.000 per liter menjadi Rp12.500 mulai 1 April 2022 pukul 00.00 waktu setempat.

Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis bahan bakar minyak umum jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui stasiun pengisian bahan bakar umum, kata Vice President Corporate Communications Pertamina Fajriyah Usman dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Kamis (31/3/2022).

Kenaikan harga Pertamax itu terjadi di sejumlah wilayah, yakni Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

Sedangkan untuk Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua, hingga Papua Barat, harga Pertamax naik Rp3.550 dari sebelumnya hanya dijual Rp9.200 menjadi Rp12.750 per liter.

Pertamina memutuskan bahwa kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi tersebut untuk mengurangi beban perseroan yang tertekan akibat harga minyak dunia yang telah bertengger di atas 100 dolar AS per barel.

Meski demikian, perseroan menyatakan bahwa kenaikan harga ini masih berada jauh di bawah nilai keekonomian.

Pertamina selalu mempertimbangkan daya beli masyarakat, harga Pertamax ini tetap lebih kompetitif di pasar atau dibandingkan harga BBM sejenis dari operator SPBU lainnya. Ini pun baru dilakukan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir sejak tahun 2019, kata Pejabat Sementara Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan, nilai keekonomian Pertamax adalah Rp16.000 per liter. Harga minyak bulan Maret yang jauh lebih tinggi dibanding Februari membuat harga keekonomian pertamax melambung.

Pemerintah Indonesia memandang konflik geopolitik Ukraina dan Rusia masih menjadi faktor yang mendorong kenaikan harga. Selain itu, pasokan minyak mentah dari Rusia dan Kazakhstan terganggu akibat kerusakan pipa Caspian Pipeline Consortium yang berdampak pada berkurangnya pasokan ke Uni Eropa.

Situasi itu lantas mendorong harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) per 24 Maret 2022 tercatat 114,55 dolar AS per barel atau melonjak hingga lebih dari 56 persen dari periode Desember 2021 yang hanya 73,36 dolar AS per barel. (*)

spot_imgspot_img

Berita Terkait

Ketua KKKS Kecamatan Sukoharjo Tutup Lomba O2SN

PRINGSEWU, WARTAALAM.COM - Usai sudah Olimpiade Olahraga Siswa Nasional...

Polda Lampung: Pasca Pembakaran, Situasi di PT AKG Bahuga Kondusif

BANDAR LAMPUNG, WARTAALAM.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Lampung memastikan...

Musrenbang RKPD Tingkat Kecamatan Lamsel Tahun 2023 Dimulai, Kalianda Menjadi yang Pertama

LAMPUNG SELATAN, WARTAALAM.COM - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat...

Gubernur Lampung Ajak Parpol Jaga Situasi Tetap Damai

BANDAR LAMPUNG, WARTAALAM.COM - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengajak...
spot_img
Semua Negara
675,135,595
Total kasus terkonfirmasi Kasus Covid
Updated on January 31, 2023 10:36 pm

Langganan Berita

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini