Hingga 2023, Program Bedah Rumah di Lamsel Terealisasi 4.530 RTLH

0
1811

Lampung Selatan, wartaalam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) terus menunjukkan konsistensinya untuk meningkatan taraf hidup dasar masyarakat. Terlebih untuk rumah tempat tinggal yang layak huni. Betapa tidak, hingga tahun 2023, sekira 1.112 unit rumah tidak layak huni (RTLH) yang telah dilaksanakan rehabilitasi atau perbaikan dalam program Bedah Rumah.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Aflah Efendi mengatakan, program bedah rumah tersebut merupakan program unggulan yang menjadi perhatian serius pemerintah setempat.

Menurut dia, dari kurun 2017 hingga 2023, sekira 4.530 unit RTLH yang telah dilakukan rehabilitasi dalam program Bedah Rumah.

Sesuai data pada 2017, kata dia, sebelumnya 13.221 unit RTLH yang tersebar di 17 kecamatan.

“Atas atensi khusus bupati, jumlah rumah tidak layak huni ini terus menurun. Hingga saat ini tinggal 8.691 unit RTLH saja,” ujarnya, Minggu (26/5/2024).

Dia merincikan, pada 2017 program bedah rumah tersebut hanya mengandalkan pembiayaan dari APBN dengan realisasi hanya 280 RTLH saja.

Kemudian pada 2018, Pemkab Lamsel merilis program bedah rumah tersebut dengan turut menganggarkan melalui APBD hingga terealisasi 398 unit RTLH.

“Kemudian berturut pada 2019 terealisasi total 680 unit RTLH, lalu pada 2020 meningkat menjadi 1.030 unit RTLH. Kemudian 2021 dan 2022 terjadi penurunan realisasi 532 unit dan 528 unit RTLH. Hal ini akibat dampak pembiayaan dari APBN yang juga menurun,” ujarnya.

Dia mengatakan, akibat dampak menurunnya pembiayaan dari APBN, Pemkab Lamsel berupaya melakukan sejumlah inovasi dan terobosan guna memenuhi kebutuhan masyarakat untuk rumah layak huni.

“Kemudian timbul gagasan gerakan seribu rupiah (Geserbu) yang ditujukan ke pihak manapun yang peduli. Alhasil, dalam realisasinya Geserbu turut menyumbang 12 unit RTLH untuk dibedah. Kemudian CSR 19 unit, PGPM 5 unit, dan Baznas 13 unit RTLH,” katanya.

Menurutnya, yang menjadi persoalan utama dalam program bedah rumah RTLH adalah keterbatasan anggaran.

Karena menurutnya, anggaran yang ada tidak serta merta keseluruhannya diperuntukkan untuk program bedah rumah.

Sebab, kata dia, ada pembangunan infrastruktur lain yang juga menjadi prioritas. Seperti pembangunan jalan, bangunan gedung representatif, jembatan, saluran air hingga penyediaan air bersih untuk masyarakat berupa sumur bor.

“Untuk tahun 2024, kami tidak menargetkan yang muluk-muluk. Yang pasti harapan kami trend-nya terus positif. Dalam artian angka unit RTLH yang direhabilitasi terus konsisten meningkat tiap tahunnya,” ujarnya. (amar/kmf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini