Bupati Tanggamus Louncing Program Listrik Pedesaan

0
557

TANGGAMUS, WARTAALAM.COM – Bupati Tanggamus, Dewi handajani menghadiri launching Program Listrik Pedesaan, di Pekon (desa) Way Asahan, Kecamatan Pematang Sawa, Sabtu (16/9/2023).

Hadir juga Wakil Bupati AM. Syafi’i. Ketua DPRD Heri Agustiawan, Ketua TP. PKK Sri Nilawati Syafi’i, Ketua DWP Nuraini Hamid Lubis, Kadis Kominfo Suhartono , Kadis Kesehatan Taufik Hidayat, Kepala Dinas Perikanan Darma Setiawan, manajer PT. PLN (Persero) UP3 Metro, Sekretaris Dinas PMD Lauyustis, Sekretaris PUPR Ari Yuda dan Camat Pematang Sawa Syarifuddin.

“Pada kesempatan ini, saya, atas nama Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan warga Pekon Way Asahan, Kecamatan Pematang Sawa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT. PLN dengan program Listrik Desa (Lisdes) menjawab usulan dari proposal-proposal yang sudah diajukan sehingga pada hari ini telah kita saksikan bersama dilaksanakan penyalaan perdana, sehingga pekon Way Asahan yang belum tersentuh jaringan listrik PLN pada hari ini telah teraliri listrik,” kata Dewi.

Data PT. PLN, warga yang mengajukan permohonan di Pekon Way Asahan dan Tirom sekira 657 pelanggan Saat ini listrik sudah menyala di sekira 266 pelanggan dengan prosentase 40%.

Secara umum untuk pekon-pekon di kawasan terpencil dan pesisir di Kecamatan Pematang Sawa seperti di Pekon Teluk Brak, Karang Brak, Tirom, Way Asahan, Martanda, Kaur Gading, Tampang Muda dan Tampang Tua, sudah teraliri listrik total sekira 1372 pelanggan (keluarga) dari total 2425 KK yang ada.

“Saya minta warga mendukung kelancaran proses Lisdes, terkait perijinan tanam tumbuh, penanaman tiang dan lain-lainnya, seperti telah dijelaskan dalam sosialisasi di Kecamatan Pematang Sawa beberapa waktu lalu, tidak ada anggaran untuk ganti rugi terkait tanam tumbuh, penanaman tiang dan lainnya,” kata dia.

“Manfaat listrik vital bagi warga, kami Pemda Tanggamus berterimakasih kepada PT. PLN dan warga yang mengikhlaskan sebagain lahan untuk pemasangan tiang listrik,” ujarnya.

“Saya bangga dan terharu melihat antusias warga di wilayah-wilayah yang belum teraliri listrik seperti di Way Asahan ini, untuk bergotongroyong membuka jalan atau sekadar memperbaiki dan membangun jembatan, serta membantu petugas PLN yang membawa peralatan melintas demi daerahnya terpasang jaringan listrik,” kata dia.

Dia mengatakan, wilayah-wilayah yang belum teraliri listrik, banyak memiliki kendala, sulit akses jalan, mobil PLN yang membawa material kesulitan masuk atau wilayahnya berada di pelosok melewati hutan lindung.

Beberapa kendala wilayah yang belum teraliri listrik, geografisnya yang sebagian jalan menuju ke wilayah harus masuk kawasan hutan atau menyebrangi lautan.

“Kami harapkan segala masalah dan kendala teratasi, sehingga seluruh wilayah di Tanggamus teraliri listrik,” katanya.

Selain listrik dari PT. PLN, mereka juga mengupayakan energi alternatif di antaranya PLTS khususnya daerah terpencil. Saat ini Kabupaten Tanggamus memiliki PLTS yang tersebar di Kecamatan Kelumbayan, Pematang Sawa dan Cukuh Balak, dan lain-lain. (pon)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini