Bupati Lamsel Buka Sarasehan Forum Komunikasi Sekolah Penggerak

0
712

LAMPUNG SELATAN, WARTAALAM.COM – Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto membuka Sarasehan Forum Komunikasi Sekolah Penggerak, Senin (20/3/2023).

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Negeri 2 Kalianda tersebut mengusung tema “Sekolah Penggerak, Bergerak Bersama, Mewujudkan Transformasi Sekolah”.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan setempat, Asep Jamhur mengatakan, tujuan kegiatan itu membangun kolaborasi positif Sekolah Penggerak di kabupaten tersebut dalam rangka terciptanya transformasi pendidikan yang lebih maju.

“Kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi sekolah yang lainnya untuk mendaftar program sekolah penggerak dan juga memotivasi sekolah lainnya yang belum berkesempatan mengikuti sekolah penggerak untuk menerapkan kurikulum merdeka di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Asep Jamhur menuturkan, Sekolah Penggerak merupakan program merdeka belajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik
Indonesia.

Sekolah Penggerak berfokus pada
pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan profil pelajar pancasila yang mencakup kompetensi
dan karakter yang diawali dengan SDM yang unggul.

“Program Sekolah Penggerak, penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya, yang nantinya mengakselerasi sekolah negeri/swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak lebih maju. Program ini dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di
Indonesia menjadi sekolah penggerak,” tuturnya.

Kabupaten Lampung Selatan Program Sekolah Penggerak, kata dia, sudah memiliki dua angkatan yaitu 2 dan angkatan 3.

Angkatan ke-2 sudah berjalan satu tahun dan angkatan ke-3
akan berjalan pada 2023, kata dia.

Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto mengatakan, Sekolah Penggerak merupakan sekolah berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik, dengan mewujudkan profil pelajar pancasila yang mencakup kompetensi dan karakter.

Program sekolah penggerak harus menjadi penyempurna dari program transformasi sekolah sebelumnya. Dengan harapan pogram sekolah penggerak ini dapat mengakselerasi sekolah negeri maupun swasta di seluruh Kabupaten Lampung Selatan. Dan untuk mewujudkan itu, harus ada komitmen yang jelas dari semua pihak, agar Program Sekolah Penggerak ini dapat berjalan dengan baik, ujarnya.

Menurut Nanang, di Kabupaten Lampung Selatan terdapat 1.358 sekolah, mulai dari tingkat PAUD/TPA, SD, SMP baik negeri maupun swasta.

Dari semua sekolah yang ada, sudah terbentuk 42 Sekolah Penggerak, terdiri dari 8 PAUD/TK, 27 SD dan 7 SMP.

Dengan jumlah tersebut, diharapkan Sekolah Penggerak menjadi pilot project bagi majunya dunia pendidikan di kabupaten itu. Untuk mencapai semuanya, seluruh kepala sekolah dan guru harus berperan aktif, katanta.

Untuk memperoleh progres sekaligus menguatkan Program Sekolah Penggerak, kata dia, kepala sekolah dan guru harus menjadi aktor utama sebagai penggerak di dalam Program Sekolah Penggerak.

Tujuan pemerintah membuat Program Guru Penggerak meningkatkan kesetaraan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.

“Keberhasilan itu merupakan modal dasar kita meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga kita dapat menuju Generasi Indonesia Emas yang tangguh di tahun 2045 mendatang,” katanya. (amar/kmf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini