Tokoh Pers Lampung Bambang Eka Wijaya Meninggal Dunia

0
443
Bambang Eka Wijaya semasa hidup

BANDARLAMPUNG, WARTAALAM.COM – Innalilahi wa innailaihi rajiun. Dunia pers Lampung berduka. Tokoh pers Bambang Eka Wijaya bin Panggih meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDM) Bandarlampung, Senin (13/3/2023) pukul 13.25 WIB.

Pria yang akrab disapa BEW menghembuskan nafas terakhir di usia 76 tahun. Meninggal setelah sempat dirawat akibat komplikasi penyakit yang diderita sekira dua tahun terakhir.

Sebelum dirawat di RSUDM, Bambang sempat dirawat di RS Bhayangkara Rajabasa, Bandarlampung.

Bambang yang masih tercatat sebagai pemimpin umum Lampung Post itu disemayamkan di rumah duka, Jalan Dahlia Nomor 1 Perumahan Bataranila, Hajimena, Lampung Selatan sebelum dimakamkan sekira pukul 16,00 WIB.

Bambang Eka Wijaya, lahir di Pondok Seng, Kerasaan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara 6 Oktober 1946.

Setamat SMA, BEW diterima belajar kerja di Waspada Teruna Group (Sketsa dan Warta Teruna) sebagai korektor, merangkap reporter, merangkap jual koran mingguannya setiap terbit, dengan dibimbing menulis Nazar Effendy Erde–pemimpin redaksinya.

Lalu bergabung ke harian Sinar Indonesia Baru (SIB) saat terbit 9 Mei 1970, bersama Nazar Effendy Erde, M. Zaki Abdullah, Rifyan Ganie, dan A.F. Tahir Syam. Kariernya SIB sampai redaktur pelaksana (1985), lalu pindah sebagai redaktur pelaksana harian Prioritas, Jakarta, milik Surya Paloh.

Tahun 1988 dia kembali lagi ke Medan menjadi pemimpin redaksi mingguan Bintang Sport & Film.

Awal 1990, Bambang diajak Surya lagi ke Media Indonesia sebagai redaktur khusus, dan akhirnya sejak 1 Juni 1993 menjadi pemimpin umum/pemimpin redaksi Harian Lampung Post.
Kolom tulisannya “Bura”‘ hadir tiap hari, sepanjang tahun.

Pada 20 Mei 2008 Buras menginjak satu dasawarsa. Buras, himpunan tulisan yang dibuat Bambang Eka Wijaya merupakan produk jurnalistik prima.

Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) menganugerahinya penghargaan sebagai kolom yang ditulis dengan rentang paling panjang dan setiap hari.

Tulisannya menjadi ikon Lampung Post karena dihasilkan dari pergulatan pemikiran yang merangkai kejadian paling aktual, menautkannya dengan analogi-analogi, dan menuangkannya secara berkelas.

Bambang, memelihara ketertarikan pada banyak bidang.

Dia akrab dengan teori-teori besar, dengan grand naratives. Tapi juga cinta detail. “Produknya” dia senantiasa menghadirkan butir-butir pemikirannya yang komprehensif dan integral.

Almarhum dimakamkan di Pemakaman Umum (TPU) Dusun Tamansari, Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

“Selamat jalan Pak Bambang Eka Wijaya. Kami akan mengingat pesanmu untuk menjadikan setiap karya jurnalistik adalah masterpiece.” (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini