24.1 C
Bandar Lampung
Jumat, Desember 2, 2022
spot_img
BerandaDaerahKorban Selamat Tragedi Kanjuruhan Minta Keadilan

Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan Minta Keadilan

 318 dilihat

JAWA TIMUR – WARTAALAM.COM – Korban selamat tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang menyebabkan sekira 125 orang meregang nyawa mengharapkan keadilan untuk para korban meninggal dunia tersebut.

Seorang korban selamat peristiwa tragedi Kanjuruhan, Doni, di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (3/10/2022) mengatakan, ia kehilangan dua orang keluarga, M. Yulianton (40) dan Devi Ratna Sari (30) yang meninggal dunia pada saat berusaha keluar Stadion Kanjuruhan, Sabtu malam (1/10/2022).

“Saya mencari keadilan. Kalau untuk doa sudah cukup, kami dari keluarga ingin keadilan untuk korban,” katanya.

Doni mengatakan, kronologi peristiwa yang menyebabkan 125 orang meninggal dunia tersebut bermula pada saat akhir pertandingan antara tuan rumah Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Saat itu, tim tuan rumah mengalami kekalahan dari rival beratnya.

Menurutnya, saat itu ia masih belum berencana untuk meninggalkan Stadion Kanjuruhan karena masih banyak pendukung yang antre untuk keluar.

Saat itu, ia masih duduk di area Tribun 14 bersama sejumlah rekan dengan tiga orang anak kecil.

“Saat itu antre normal, saya menunggu biar agak sepi. Namun, di area bawah memang sudah mulai ramai pendukung yang tidak puas,” katanya.

Ia mengatakan, tidak lama berselang, para pendukung tim tuan rumah yang tidak puas tersebut masuk ke dalam area lapangan dan terjadi kericuhan.

Kericuhan tersebut berusaha dikendalikan petugas hingga akhirnya ada tembakan gas air mata.

“Tembakan pertama saya merasa panik, saya berdiri. Kedua, panik semua penonton. Yang tadi masih belum sepi di pintu keluar, terus dengan adanya tembakan, panik dan berhamburan,” katanya.

Akibat tembakan gas air mata yang mengarah ke Tribun 14 tersebut, katanya, para pendukung berusaha segera meninggalkan Stadion Kanjuruhan.

Ia bergegas keluar dengan memegangi anaknya yang berusia sepuluh tahun.

“Anak saya di depan saya, saya tidak melihat pintu itu buka atau tutup. Tapi kalau secara logika, jika pintu itu terbuka, berdesakan itu akan cepat keluar,” katanya.

Akibat tertahan karena tidak bisa keluar dari area stadion, ia terdesak para pendukung lain yang berada di belakang. Pada akhirnya, ia mampu keluar dari Stadion Kanjuruhan dengan selamat bersama anaknya.

“Tidak lama berselang, anak saudara saya yang meninggal dunia itu keluar. Saya menanyakan di mana ayah dan mamanya. Kemudian saya menitipkan anak saya dan anak saudara saya itu dan berusaha mencari,” katanya.

Pada saat akan berusaha mencari dua saudaranya tersebut, ia melihat sejumlah orang yang membopong seorang perempuan yang merupakan kakak iparnya. Tidak lama berselang, sang suami juga dibopong oleh para penonton yang lain.

“Teman saya mencari tim medis. Anak-anak saya pulangkan dengan rekan lainnya. Saat saya kembali, keduanya sudah dinyatakan tidak ada,” katanya.

Akibat kejadian yang menewaskan 125 orang dan membuat ratusan lainnya mengalami luka tersebut, ia berharap ada keadilan untuk para korban. Ia kecewa tembakan gas air mata diarahkan ke tribun dimana banyak anak-anak dan perempuan.

“Yang membuat panik kali pertama, adanya tembakan gas air mata itu, di tribun itu ada anak kecil, ibu-ibu,” kata Doni.

Pada Sabtu (1/10), terjadi kericuhan usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.

Kerusuhan tersebut semakin membesar, sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya.

Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut dan pada akhirnya menggunakan gas air mata.

Berdasarkan data terakhir, menyebutkan korban meninggal dunia akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur sekira 125 orang. Selain itu, dilaporkan sekira 323 orang mengalami luka pada peristiwa itu. (tim)

spot_imgspot_img

Berita Terkait

Preview: Menghadapi Korea Selatan, Portugal Bakal Bermain Aman

JAKARTA, WARTAALAM.COM - Korea Selatan meluapkan emosinya ketika kalah...

Preview Piala Dunia 2022: Serbia vs Swiss, Partai Hidup Mati

JAKARTA, WARTAALAM.COM - Laga Swiss dan Serbia merupakan pertandingan...

Jenazah Anggota Brimob Polda Lampung Disemayamkan di Kampung Halaman

LAMPUNG SELATAN, WARTAALAM.COM - Kepolisian Polda Lampung mengatakan, jenazah...

Preview: Hadapi Uruguay Tim Ghana Tidak Mau Kecolongan

JAKARTA, WARTAALAM.COM - Setelah drama lima gol yang menegangkan...
spot_img
Semua Negara
648,755,006
Total kasus terkonfirmasi Kasus Covid
Updated on December 2, 2022 12:31 pm

Langganan Berita

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini