Status Gunung Anak Krakatau Siaga Level 3, Warga Diminta Waspada

0
388

LAMPUNG SELATAN – WARTAALAM.COM – Status Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda, Provinsi Lampung, naik dari Waspada Level II menjadi Siaga Level III terhitung sejak 24 April 2022, pukul 18.00 WIB.

Kenaikan level terjadi akibat erupsi berulang sejak 22 Desember 2018, sehingga saat ini Gunung Anak Krakatau tumbuh semakin besar dan tinggi.

Ketinggian Gunung Anak Krakatau kini telah mencapai sekira 150 mdpl.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan Dulkahar mengakatan, saat ini kondisi Gunung Anak Krakatau masih dalam periode erupsi menerus dengan perubahan erupsi yang semula dominan abu, menjadi tipe strombolian.

Sesuai informasi yang diterima dari Kementerian Eenergi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, dia mengungkapkan, tipe strombolian menghasilkan lontaran-lontaran lava pijar pada 17 April 2022. Kemudian, lontaran tersebut terjadi kembali sekira pukul 12.19 WIB pada 23 April 2022.

“Saat ini status Gunung Anak Krakatau naik Level III, kami menindaklanjuti apa yang menjadi arahan dari Kementerian Eenergi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia,” ujar Dulkahar saat dihubungi via telepon, Senin (25/4/2022).

Mengingat situasi Gunung Anak Krakatau yang masih belum stabil, kata Dulkahar, warga diminta untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.

Di sisi lain, warga diminta tidak termakan isu-isu tentang erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dia mengimbau warga, pengunjung, wisatawan dan pendaki tidak diperbolehkan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif.

“Pada situasi saat ini warga tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan informasi-informasi yang belum tentu benar. Soal debu, kami akan mencoba membantu dan berkoordinasi dengan Dinas PMD, mungkin ada desa yang mempunyai anggaran bencana bisa digunakan untuk membeli masker dan dibagikan kepada warga,” ujarnya.

Dulkahar mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat pengungsian, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti bencana gempa dan tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Kami lakukan persiapan kalau nanti kemungkinan akan terjadi gempa atau mungkin tsunami, maka tentu kami sudah mengecek untuk pengungsian, seperti di Rajabasa ada SMA Kunjir, lalu di Kalianda ada Lapangan Tenis Indoor,” katanya. (hen/rif/kmf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini