Harimau Diduga Serang Warga Bengkalis Hingga Tewas

0
320

RIAU – WARTAALAM.COM – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Dalam (BBKSDA) Riau menduga dua harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) menyerang seorang warga di Pulau Teluk Padi, Kabupaten Bengkalis, hingga tewas, Rabu (6/4).

Pelaksana Harian Kepala Bidang KSDA Wilayah II BBKSDA Riau Hartono saat ditemui di Pekanbaru, Kamis, menyebutkan pihaknya melakukan pengawasan di sekitar lokasi ditemukan mayat pria bernama Indra tersebut di kawasan hutan Bagan Benio, begitu mendengar informasi adanya warga meninggal diserang harimau.

“Atas kejadian tersebut, kami dari BBKSDA langsung turun ke lapangan karena diduga korban diterkam harimau sumatera. Kami menurunkan sembilan personel dan akan dipasang lima camera trap di sekitar lokasi penemuan korban,” kata dia.

Dia menyebutkan di sekitar lokasi penemuan mayat ditemukan banyak jejak kaki harimau sumatera. Berdasarkan jumlah jejak tersebut, diduga harimau yang menyerang Indra tersebut dua ekor.

Hartono mengatakan berdasarkan hasil identifikasi, korban diduga kuat telah diterkam harimau sebab kepala korban ditemukan sejauh 1,5 kilometer dari lokasi tubuh ditemukan. Ditambah lagi dengan ditemukan banyak jejak hewan buas tersebut di sekitar lokasi.

Lokasi ditemukan korban tersebut merupakan wilayah Suaka Margasatwa (SM) Giam Siak kecil namun pihak BBKSDA Riau akan memastikan lagi titik koordinat di sekitar penemuan mayat guna memudahkan penelitian lebih lanjut.

Indra (30), warga Tasik Tebing Serai, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di kawasan hutan Bagan Benio, Pulau Teluk Padi, Rabu (6/4).

Berdasarkan informasi warga sekitar, korban pada Selasa (5/4) pergi ke hutan untuk memasang jerat binatang serta membersihkan kebun.

Namun hingga sore hari korban tak kunjung pulang sehingga dilakukan pencarian sampai keesokan harinya.

Kebetulan jarak 20 meter dari mayat korban ditemukan, ada seekor rusa yang terjerat yang dipasang korban. Perlu diketahui rusa satwa dilindungi, sehingga masyarakat perlu memahami untuk tidak memasang jerat, kata Hartono. (ant)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini