23.3 C
Bandar Lampung
Sabtu, Januari 28, 2023
spot_img
BerandaDaerahTingkatkan Produksi, Lampung Mulai Gunakan Padi Hibrida

Tingkatkan Produksi, Lampung Mulai Gunakan Padi Hibrida

 43 dilihat

BANDAR LAMPUNG – WARTAALAM.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai memperluas penggunaan padi hibrida di daerahnya untuk meningkatkan produksi padi di tingkat petani.

Penggunaan benih hibrida sudah mulai banyak digunakan di sini, dengan padi hibrida jenis Mapan, ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Kusnardi, kemarin.

Ia mengatakan penggunaan padi hibrida akan terus diperluas karena mempunyai potensi, yang saat ini ada di Kabupaten Lampung Selatan seluas 250 hektare.

Potensi hibrida ini bisa mencapai 12 ton, kalau yang biasa paling hanya enam ton. Hibrida ini bagus di lahan kering, jadi akan dikembangkan terus, katanya.

Menurut dia, untuk mendukung perluasan penggunaan padi hibrida para petani, pemerintah daerah akan memasukkan penyediaan benih hibrida dalam Kartu Tani.

“Rencananya di masukkan benih hibrida ini ke Kartu Tani, jadi kebutuhan perbenihan bisa kami potong sedikit margin pemasaran agar benih lebih murah,” katanya.

Saat ini, harga benih hibrida di pasaran sedikit lebih mahal dibanding benih padi lainnya, untuk jenis padi biasa harganya Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram, sedangkan hibrida dalam kisaran Rp80.000-Rp100.000 per kilogram.

“Agak lebih mahal untuk hibrida, jadi kalau bisa kami masukkan ke Kartu Tani agar ke depan petani akan makin banyak menanam jenis hibrida, karena produktivitas tinggi, saat ini sudah hampir semua mulai mencoba juga,” katanya.

Kusnadi mengatakan, di Kabupaten Lampung Timur pun telah ada sejumlah petani yang mencoba menanam padi jenis hibrida di tanah gambut.

“Sudah ada di Lampung Timur di tanam di tanah gambut, kami harapkan dengan tata cara budidaya baik, produksi tinggi, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani juga,” ujarnya.

Tanggapan positif akan rencana perluasan penggunaan padi hibrida dikatakan seorang petani asal Lampung Timur, Matsuparno, yang mengakui adanya potensi panen lebih tinggi.

“Untuk penggunaan padi jenis hibrida memang belum dilakukan, tapi kalau memang potensi panen bisa tinggi dan harga benih agak murah kami akan coba tanam,” ujar Matsuparno.

Ia mengharapkan, dengan kondisi lahan sawah tadah hujan, ke depannya penggunaan padi jenis hibrida dapat menambah penghasilan para petani akibat tingginya produksi padi.

“Sawah di sini banyak tadah hujan tidak ada irigasi, kalau memang hasilnya bagus pakai hibrida nantinya penghasilan kita dari panen juga bisa bertambah,” katanya.

Luas lahan baku sawah di Lampung pada 2019 mencapai 361.699 hektare.

Sedangkan, program pengembangan padi hibrida seluas 250 hektare di Kabupaten Lampung Selatan telah dimulai sejak awal 2021. (rls)

spot_imgspot_img

Berita Terkait

Pemkab Lamsel dan Kejari Teken MoU Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik dan Bantuan Hukum

LAMPUNG SELATAN, WARTAALAM.COM - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Pemkab...

Ketua DPRD Lamtim Pastikan 2023 Sekira 112 Desa Laksanakan Pilkades

LAMPUNG TIMUR, WARTAALAM.COM - Sekira112 desa di Lampung Timur...

Rusia: Pengiriman Tank Bukti NATO Terlibat

MOSKOW, WARTAALAM.COM - Rusia menilai keputusan negara-negara Eropa dan...

Bawaslu Lamsel : Rekrutmen Petugas Pantarlih Harus Profesional

LAMPUNG SELATAN, WARTAALAM.COM - Komisioner Divisi Badan Pengawas Pemilu...
spot_img
Semua Negara
674,499,750
Total kasus terkonfirmasi Kasus Covid
Updated on January 28, 2023 12:52 am

Langganan Berita

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini