Pringsewu, wartaalam.com–Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menghadiri Bersih Desa dalam rangka HUT ke-94 Pekon Parerejo, Kecamatan Gadingrejo, di halaman kediaman kepala Pekon setempat, Sabtu (27/6/2026) malam.
Riyanto Pamungkas mengatakan, Pekon Parerejo memiliki modal sosial luar biasa, masyarakat guyub, terpeliharanya budaya gotongroyong dengan tradisi yang tetap dijaga, di samping semangat membangun yang terus tumbuh.
Kekuatan itu, menurutnya tidak dapat dibeli dengan harga berapapun.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah pekon, tokoh agama, dat, pemuda, kaum wanita, semuanya terus menjaga persatuan, jangan mudah terpecah perbedaan kepentingan maupun informasi yang belum tentu benar. Mari jadikan semangat Jejama Secancanan bukan sekadar slogan, melainkan menjadi budaya hidup sehari-hari,” katanya.
Terkait pergelaran wayang kulit yang turut memeriahkan Bersih Desa, menurut dia, dalam setiap lakon pewayangan, kebenaran selalu menemukan jalannya.
Kebajikan mungkin membutuhkan waktu, tetapi tidak pernah kehilangan kemenangan. Nilai inilah yang perlu diteladani, diantaranya menjadi pribadi amanah ketika diberi kepercayaan, dengan menjadi pemimpin yang melayani, bukan dilayani, serta menjadi masyarakat pekerja, bukan hanya mengeluh.
Di samping menjadi generasi pencinta budaya tanpa meninggalkan kemajuan.
“Apabila nilai-nilai itu terus kita pegang, In syaa Allaah bukan hanya Pekon Parerejo yang akan semakin maju, tetapi Kabupaten Pringsewu akan tumbuh menjadi daerah yang berdaya saing, masyarakatnya sejahtera, budayanya lestari dan kehidupannya penuh dengan keberkahan,” ujarnya.
Selain pergelaran wayang kulit semalam suntuk, Bersih Desa dalam rangka HUT ke-94 Pekon Parerejo juga diisi dengan pengajian akbar pada pagi sebelumnya, yang dihadiri Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila beserta jajaran pemerintah daerah, kecamatan dan pekon serta masyarakat setempat. (Ade)