Sabtu, Oktober 10, 2026

Jejak Harimau di Kebun Nanas Lampung Timur

Keterangan gambar: Harimau Sumatra. (Ilustrasi).

Lampung Timur, wartaalam.com–Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu melalui Seksi KSDA Wilayah III Lampung memastikan temuan jejak kaki satwa di area perkebunan nanas milik PT Great Giant Pineapple (GGP), Kabupaten Lampung Timur merupakan tapak Harimau Sumatra.

Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo mengatakan, kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan rapid analysis terhadap laporan temuan petugas keamanan perusahaan. Analisis berdasarkan dokumentasi foto jejak dengan pembanding ukuran bungkus rokok sebagai standar skala.

“Dari hasil analisis morfologi jejak, dapat disimpulkan bahwa jejak tersebut paling konsisten mengarah pada Harimau Sumatra,” ujarnya dikonfirmasi, Sabtu (14/2/2026).

Berdasarkan hasil kajian, Itno menjelaskan, jejak menunjukkan empat jari telapak kaki tegas tanpa bekas kuku, ciri khas kucing besar (Felidae). Bantalan tengah telapak kaki tampak besar dengan tiga lekukan posterior merupakan karakter umum jejak harimau.

“Lebar jejak diperkirakan sekitar 13 hingga 16 sentimeter, dengan panjang 14 hingga 18 sentimeter,” katanya.

Ukuran tersebut jauh lebih besar, bila dibandingkan dengan jejak satwa lain seperti macan dahan.

“Hasil analisis juga tidak menunjukkan bekas kuku, sebagaimana pada anjing atau kelompok kanidae,” ujarnya.

Itno mengatakan, temuan jejak tersebut diperkuat kondisi lokasi. Dari data koordinat, penemuan jejak berada sekirs 350 meter dari kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Kawasan itu diketahui sebagai habitat penting berbagai satwa dilindungi, termasuk harimau Sumatra, dan berfungsi sebagai koridor jelajah satwa.

Menurutnya, kemunculan jejak di area perkebunan yang berbatasan langsung dengan kawasan taman nasional ini merupakan pola yang masih tergolong wajar.

“Jadi pergerakan harimau dewasa bisa saja terjadi untuk mencari mangsa, memperluas teritori, atau sekadar melintas. Ini merupakan perilaku alami satwa liar,” katanya.

Merujuk analisis risiko konflik mengacu pada Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor P.48 Tahun 2008, BKSDA menilai tingkat konflik manusia dan satwa dalam kasus ini masih berada pada kategori rendah.

Alasannya, kemunculan satwa hanya terdeteksi melalui jejak dan belum menimbulkan kerugian ekonomi maupun korban. Namun, BKSDA tetap menekankan kewaspadaan serta langkah mitigasi lebih lanjut.

“Hasil analisis ini bersifat sementara. Diperlukan identifikasi lanjutan di lapangan, serta koordinasi dengan para pihak untuk mencegah potensi konflik di kemudian hari,” kata Itno. (***)

Hot this week

Mobil Tertempler KA, Satu Kritis dan Satu Penumpang Selamat

Lampung Selatan, wartaalam.com--Untuk kali kesekian, mobil tertempler Kereta Api...

Setelah 25 Jam Erupsi Berakhir, Kini Gunung Anak Krakatau Berganti Letusan Strombolian

Bandar Lampung,wartaalam.com--Erupsi terus-menerus Gunung Anak Krakatau yang berada di...

Konflik Lahan Masyarakat Adat Pitung Tiyuh Desa Taman Sari, DPRD Pesawaran akan Bentuk Pansus

PESAWARAN, wartaalam.com-- Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait konflik lahan...

Pengkot PABERSI dan PABSI Bandar Lampung Menggelar Rapat Persiapan Menghadapi Porprov Lampung

Bandar Lampung, wartaalam.com--Guna mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi...

Siaran Pers Imbas Sebaran Abu Vulknaik Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup Sementara, BMKG Minta Waspada dan Tenang

Jakarta, wartaalam.com--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperbarui...

Lima Desa di Lamsel Melaju ke Tahap Akhir Lomba HELAU 2026

Lampung Selatan, wartaalam.com--Lima desa terbaik di Kabupaten Lampung Selatan...

Musrenbangdes Sukatani Tingkatkan SDM dan Program Skala Prioritas

Lampung Selatan, wartaalam.com - Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)...

Desa Bulok Gelar MusrenbangDes TA 2027

Lampung Selatan, wartaakam.com - Pemerintah Desa Bulok, Kecamatan Kalianda,...

Setelah 25 Jam Erupsi Berakhir, Kini Gunung Anak Krakatau Berganti Letusan Strombolian

Bandar Lampung,wartaalam.com--Erupsi terus-menerus Gunung Anak Krakatau yang berada di...

Siaran Pers Imbas Sebaran Abu Vulknaik Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup Sementara, BMKG Minta Waspada dan Tenang

Jakarta, wartaalam.com--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperbarui...

694 Warga Pekon Pamenang Pringsewu Terima Bantuan Pangan

PRINGSEWU, wartaalam.com--Sekira 694 warga Pekon Pamenang, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten...

PFI Lampung Kecam Teror Senpi Terhadap Jurnalis di Tulang Bawang, Juniardi: Usut Tuntas dan Jaga Kode Etik!

Bandar Lampung, wartaalam.com-- Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lampung mengecam...

Ketua PWI Tuba Desak Polisi Usut Dugaan Penyerangan terhadap Wartawan

Tulang Bawang, wartaalam.com--Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tulang...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img