Kamis, November 5, 2026

12 Buah dan Sayur Mengandung Residu Pestisida Tertinggi, Sudah Terbukti

Jakarta, wartaalam.com– Buah-buahan dan sayuran merupakan bagian penting dari pola makan sehat. Sebab keduanya kaya akan berbagai nutrisi penting seperti vitamin, mineral, serat, dan senyawa antioksidan.

Namun siapa sangka, beberapa sayuran dan buah-buahan mengandung residu pestisida yang bisa berbahaya bagi kesehatan.

Environmental Working Group (EWG) merilis daftar ‘Dirty Dozen’ alias kelompok 12 buah dan sayur dengan tingkat residu pestisida tertinggi.

Pestisida, zat yang umum digunakan dalam pertanian untuk melindungi tanaman dari kerusakan yang disebabkan oleh serangga, tekanan gulma, dan penyakit.

EWG menganalisis lebih dari 46.569 sampel dari 46 buah dan sayuran, yang diambil oleh USDA dan Food FDA untuk mengidentifikasi yang paling buruk.

Meskipun EWG mengklaim daftar ini dapat membantu konsumen menghindari paparan pestisida yang tidak perlu, beberapa ahli termasuk ilmuwan pangan juga berpendapat bahwa daftar tersebut justru membuat masyarakat enggan mengonsumsi makanan sehat.

Banyak ahli berpendapat bahwa paparan pestisida yang berkelanjutan bahkan dalam dosis kecil dapat terakumulasi di dalam tubuh seiring waktu dan menyebabkan kondisi kesehatan kronis.

Selain itu, terdapat kekhawatiran bahwa batas aman yang ditetapkan oleh badan pengatur tidak mempertimbangkan risiko kesehatan yang terkait dengan mengonsumsi lebih dari satu pestisida sekaligus.

Untuk itu, penting untuk mengetahui buah dan sayuran yang tepat guna mengurangi paparan pestisida.

Berikut daftar buah dan sayuran ‘kotor’ yang mengandung residu pestisida paling tinggi mengutip Healthline:

  1. Stroberi: Stroberi secara konsisten menduduki puncak daftar Dirty Dozen. Pada tahun 2023, EWG menemukan bahwa 30% dari semua sampel stroberi mengandung sepuluh atau lebih residu pestisida.
  2. Bayam: 76% sampel bayam mengandung residu pestisida, termasuk permetrin, insektisida neurotoksik yang sangat beracun bagi hewan (6).
  3. Kale, sawi, dan sawi hijau. 86% dari semua sampel sayuran berdaun hijau ditemukan mengandung dua atau lebih residu pestisida, termasuk neurotoksin imidakloprid, bifentrin, dan sipermetrin.
  4. Persik: Lebih dari 99% buah persik yang diuji oleh EWG mengandung residu pestisida, dengan 65% mengandung setidaknya empat residu.
  5. Pir: Lebih dari 63% pir yang diuji oleh EWG mengandung residu dari lima atau lebih pestisida.
  6. Nektarin: EWG mendeteksi residu pada hampir 94% sampel nektarin, dengan satu sampel mengandung lebih dari 15 residu pestisida yang berbeda.
  7. Apel: EWG mendeteksi residu pestisida pada 90% sampel apel. Terlebih lagi, 80% apel yang diuji mengandung jejak difenilamin, pestisida yang dilarang di Eropa.
  8. Anggur: Anggur konvensional merupakan makanan pokok dalam daftar Dirty Dozen, dengan lebih dari 96% dinyatakan positif mengandung residu pestisida.
  9. Paprika dan cabai: Paprika manis mengandung lebih sedikit residu pestisida dibandingkan buah dan sayuran lainnya. Namun, EWG memperingatkan pestisida yang digunakan pada paprika manis cenderung lebih beracun bagi kesehatan manusia.
  10. Ceri: EWG mendeteksi rata-rata lima residu pestisida pada sampel ceri, termasuk pestisida yang disebut iprodione, yang dilarang di Eropa.
  11. Blueberry: EWG menemukan bahwa 90% blueberry mengandung residu pestisida, dengan 80% mengandung dua atau lebih residu.
  12. Kacang hijau: EWG menambahkan kacang hijau ke dalam daftar Dirty Dozen setelah menemukan bahwa 90% sampel mengandung pestisida, termasuk asefat, neurotoksin yang dilarang oleh EPA pada tahun 2011, demikian dilansir dari CNBC Indonesia. (*)

Hot this week

Mobil Tertempler KA, Satu Kritis dan Satu Penumpang Selamat

Lampung Selatan, wartaalam.com--Untuk kali kesekian, mobil tertempler Kereta Api...

Setelah 25 Jam Erupsi Berakhir, Kini Gunung Anak Krakatau Berganti Letusan Strombolian

Bandar Lampung,wartaalam.com--Erupsi terus-menerus Gunung Anak Krakatau yang berada di...

Siaran Pers Imbas Sebaran Abu Vulknaik Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup Sementara, BMKG Minta Waspada dan Tenang

Jakarta, wartaalam.com--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperbarui...

Pekon Sukoharjo III dan TB.Enggal Gelar Liga Sawah

PRINGSEWU, wartaalam.com--Kepala Pekon Sukoharjo III, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu,...

Konflik Lahan Masyarakat Adat Pitung Tiyuh Desa Taman Sari, DPRD Pesawaran akan Bentuk Pansus

PESAWARAN, wartaalam.com-- Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait konflik lahan...

PWI Kabupaten Pringsewu Gelar Rapat Kerja

PRINGSEWU, wartaalam.com--Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pringsewu menggelar rapat...

Bupati Pringsewu Berangkatkan Pendistribusian Logistik Pemilihan Kapekon Serentak

PRINGSEWU, wartaalam.com--Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas memberangkatkan pendistribusian logistik Pemilihan...

Kajari Pringsewu Dukung HPN dan Porwanas Tahun 2027 di Lampung

PRINGSEWU, wartaalam.com--Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pringsewu Anggiat A P...

Menteri Pertanian RI Hadiri Pesta Rakyat Petani 2026 di Kabupaten Pringsewu

PRINGSEWU, wartaalam.com--Pesta Rakyat Petani dalam rangka puncak peringatan Hari...

Ribuan Syekhermania dan Umat Muslim Padati Pringsewu Bershalawat

PRINGSEWU, wartaalam.com--Ribuan Syekhermania dari berbagai penjuru Provinsi Lampung memadati...

Peringati Hari Santri Nasional, Bupati Lampung Selatan Berikan Tiga Tiket Umrah

Lampung Selatan, wartaalam.com--Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momen...

Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Hari Santri 2026

Pringsewu, wartaalam.com--Upacara peringatan Hari Santri tahun 2026 tingkat Kabupaten...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img