Dua Tahun Lamtim Dipimpin Da-Di, Enam Persen Masyarakat Kecewa

0
733

LAMPUNG TIMUR, WARTAALAN.COM – Pasangan Dawam Azwar Hadi (Da-Di) Senin ( 27/2/2023) melakukan Syukuran dua tahun kepemimpinanya. Forum Mahasiswa dan Pemuda (Formapa) setempat publikasikan hasil kuisioner dari 7 sampai 26 Februari 2023, sekira 6 persen warga kecewa.

Ketua Umum Formapa Leo Jabar Abddalah menyampaikan hasil tersebut merespons dua tahun kepemimpinan Dawam Rahardjo dan Azwar Hasi sebagai bupati dan wakil bupati Lampung Timur.

Dari kuisioner yang dilaksanakan Formapa, kata Leo, dari 7 hingga 26 Februari menggunakan metode Qouta Sampling Dari 100 responden, dan hasil indeks puas dan tidak puas atas roda Pemerintahan Lampung Timur saat ini

“Alhamdulillah Hasil Kuisionernya cukup 100 responden dengan indeks kepuasan 37 persen. Dan tidak puas pada pemerintah saat ini 51 persen. Sekira 6 persen kurang puas
Dan 6 persen lagi, masyarakat masih sangat dikecewakan dan sangat tidak puas atas kepemimpinan Dawam/ Azwar.

“Itu hasilnya dan ini kami sampaikan ke publik melalui media,” ujar Leo kepada awak media.

Artinya, kata pemuda itu kepada wartawan, sekira, 51 persen dari responden tidak puas, atas roda pemerintahan yg dipimpin bupati dan wakil bupati.

Masih banyak PR. Indeks kepuasan dan tidak puas itu dibagi masing-masing kategori: Pemerintahan. Infrastruktur. Nelayan. Pertanian. Perkebunan. Sosial dan banyak lagi lainnya.

“Kategori pemerintah 23 persen. Infrastruktur 37 persen. Pertanian 12 persen. 11 persen pada Sosial. lalu 17 persen dibagi pada kategori yang ada, begitulah kira-kira hasil kuisioner, jadi kami akan menyampaikan hasil ini kepada bupati dan wakil bupati melalui audiensi, kalaupun tidak direspon akan kami sampaikan melalui rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD kalaupun tidak direspon, kami akan sampaikan melalui konferensi pers bersama awak media,” ujarnya.

Dewan Pembina Formapa Lampung Timur, Rini Mulyati, mengatakan, Kabupaten Lampung Timur saat ini dalam kondisi sedang tidak baik-baik saja.

Berbagai persoalan belum terselesaikan, hingga persoalan realisasi APBD.

“Bukannya melakukan evaluasi kinerja, melaksanakan syukuran, saat kondisi kabupaten sedang tidak baik-baik saja,” katanya. (fir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini