23.9 C
Bandar Lampung
Sabtu, Desember 10, 2022
spot_img
BerandaDaerahMahasiswa UIN Prof Syaifuddin Zuhri Purwokerto Perkenalkan Aplikasi Game...

Mahasiswa UIN Prof Syaifuddin Zuhri Purwokerto Perkenalkan Aplikasi Game Toleransi

 42 dilihat

ACEH – WARTAALAM.COM  – Tim Mahasiwa Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. Syaifuddin Zuhri Purwokerto, Jawa Tengah, memperkenalkan aplikasi game “Our Moderate Game (OMG)”, permainan digital untuk mengedukasi kalangan remaja tentang toleransi umat beragama.

Game ini memberikan edukasi toleransi beragama pada usia remaja, yakni dimulai untuk usia rata-rata anak SMP sekira 12 tahun, ujar mahasiswi Jurusan Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto Diah Ayu Harumbina di stan Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) 2021 yang digelar di UIN Ar Raniry, Banda Aceh, Sabtu (27/11/2021).

Ia mengemukakan, latar belakang dari pembuatan game itu berawal dari kekhawatiran potensi intoleransi di kalangan remaja, terutama di daerah asalnya di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Melalui aplikasi game itu, ia bersama dua temannya berupaya untuk menumbuhkan sikap toleransi.

“Kami akhirnya membuat game OMG ini supaya bisa memberikan edukasi mengenai toleransi beragama, terutama kepada remaja,” tuturnya.

Sementara itu, mahasiswi Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah UIN Prof Syaifuddin Zuhri, Zahrotun Nurur Ramadani, menjelaskan pemain yang mengoperasikan game OMG akan diajak untuk berkeliling ke 34 provinsi di Indonesia.

Game itu hampir mirip seperti konsep game “Mario Bros”. Cara bermainnya, pemain ditantang untuk menyelesaikan misi petualangan mencari 34 harta karun di masing-masing provinsi.

Game ini adalah game petualangan ke 34 provinsi di Indonesia. Jadi, game ini basic-nya virtual journey dua dimensi, ujarnya.

Tantangan di dalam game ini hadir saat pemain bertemu dengan tokoh beda agama, di mana pemain akan dihadapkan dengan pertanyaan dengan tokoh itu.

Pemain diminta menjawab beberapa pertanyaan, salah satunya soal sikap terhadap orang yang berbeda agama.

Misalnya, ketika pemain bertemu dengan seorang yang berbeda keyakinan di dalam game itu, lalu orang itu menanyakan alamat saudaranya.

Pemain kemudian akan diberikan tiga opsi jawaban. Pertama, mengalihkan pandangan dan tidak berbicara. Kedua, menjawab, namun dengan intonasi marah. Ketiga, menjawab dengan sopan, jujur, dan sepenuh hati.

Pemain mendapatkan tiga kesempatan menjawab. Jika jawaban benar, maka pemain dapat melanjutkan permainan. Namun jika salah menjawab, maka kesempatan pemain menjadi berkurang. Jika salah tiga kali, maka pemain akan kembali ke awal permainan, ujarnya. (*)

spot_imgspot_img

Berita Terkait

Tenis Meja, Tiga Daerah Lolos ke Final Tunggal Putra dan Putri

BANDAR LAMPUNG, WARTAALAM.COM - Tiga daerah, Bandarlampung, Kota Metro,...

Porprov IX Lampung 2022: Sistem “Medali Plasma” Menjamur

LAMPUNG, WARTAALAM.COM - KENDATI pertarungan di kancah terbesar daerah...

TPHP Lamsel Canangkan Gertak Tanam Cabai Merah

LAMPUNG SELATAN, WARTAALAM.COM - Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan...
spot_img
Semua Negara
652,460,238
Total kasus terkonfirmasi Kasus Covid
Updated on December 9, 2022 6:43 pm

Langganan Berita

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini