Kemitraan Perajin Tapis dan UMKM Strategi Bertahan

0
141

BANDAR LAMPUNG – WARTAALAM.COM – Perajin kain tapis asal Lampung bermitra bersama pelaku UMKM dalam mendistribusikan produk sebagai strategi bertahan di masa pandemi Covid-19.

“Kegiatan ini saya lakukan sejak saya muda sekira 20 tahun dan dua tahun terakhir saya bermitra dengan pelaku UMKM untuk menampung hasil produksi tapis,” ujar salah seorang perajin tapis Lampung, Tries, Selasa (29/6/2021).

Ia mengatakan dengan bermitra bersama pelaku UMKM mampu terus memproduksi kain tapis meski sempat mengalami kendala akibat pandemi Covid-19 yang kini berlangsung.

“Tetap produksi karena kami buat kain tapis sesuai pesanan dari pelaku UMKM. Selain itu kain serta benang sebagai bahan utama tapis Lampung langsung disuplai pelaku UMKM, saya hanya fokus produksi tapis saja,” katanya.

Menurutnya, meski mengalami sedikit penurunan jumlah pesanan pembuatan kain tapis selama pandemi COVID-19 karena adanya jalinan kemitraan bersama pelaku UMKM dirinya mampu bertahan dan membantu perekonomian keluarga.

“Pengerjaan kain tapis ini paling cepat satu pekan, dan proses tapis biasa dikerjakan setelah selesai mengurus keluarga. Dengan bermitra bersama UMKM kami tidak perlu memikirkan harus menjual kemana karena pasar sudah pasti,” ujarnya.

Adanya kemitraan tersebut juga dikatakan pelaku UMKM kerajinan tangan dari kain tapis Lampung, Novi.

Perajin kain tapis yang bermitra sudah cukup banyak ada yang dari Kota Bandar Lampung dan adapula yang dari beberapa kabupaten seperti di Tanggamus, dan Pringsewu, ujar pelaku UMKM, Novi.

Ia mengatakan kain tapis hasil produksi perajin harganya berkisar Rp80.000 hingga Rp5 juta per lembar, sesuai dengan kesulitan pengerjaan dan motif tapis.

Harga dan lama pengerjaan beragam, namun dalam satu bulan kita bisa menampung 40 lembar kain tapis milik perajin, katanya.

Novi mengatakan dengan adanya jalinan kemitraan tersebut selain mempermudah dirinya dalam memperoleh pasokan kain tapis untuk dimodifikasi juga dapat membantu para perajin untuk terus berproduksi.

Rata-rata perajin tapis ibu rumah tangga, dengan adanya kemitraan dapat pula membantu mereka terus produktif membantu perekonomian keluarga, ujarnya.(amar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini