Senin, September 21, 2026

Berkat Punya Tanaman yang Disebut di Quran, 12 Keturunan Kaya Raya

Foto: Sisingamangaraja XII. (Dok. Istimewa)

Jakarta, wartaalam.com–Bukan tambang, minyak, apalagi properti. Kekayaan setara triliunan rupiah ini justru lahir dari kepemilikan tanaman yang namanya disebut langsung dalam Al-Quran. Dari komoditas inilah, seorang tokoh asal Tanah Batak membangun kejayaan ekonomi luar biasa di masa lampau.

Sosok tersebut adalah Sisingamangaraja, penguasa Negeri Toba dari Tanah Batak. Namun, Sisingamangaraja bukan satu orang, melainkan gelar turun-temurun dalam satu trah penguasa, dimulai dari Sisingamangaraja I (1530) hingga Sisingamangaraja XII (1876-1907).

Sumber kekayaan keluarga ini berasal dari kapur barus, tanaman yang disebut dalam Al-Quran. Dalam Surat Al-Insan ayat 5, air kafur disebut sebagai minuman bagi orang-orang yang berbuat kebajikan. Kapur barus yang dimaksud bukanlah kapur barus modern berbentuk pewangi sintetis, melainkan tanaman alami bernama Dryobalanops aromatica.

Tanaman ini terkenal sangat wangi, bernilai tinggi, dan pada masa lalu bisa dikonsumsi dan dipercaya memiliki manfaat kesehatan. Keistimewaan lainnya, kapur barus alami sangat langka. Di dunia, tanaman ini hanya ditemukan di tiga wilayah, yakni Sumatera, Malaya, dan Kalimantan.

Kelangkaan inilah yang membuat harganya melambung di pasar global. Permintaan tinggi dari pedagang Arab, Asia, hingga Eropa menjadikan kapur barus sebagai komoditas elit bernilai emas. Siapa yang menguasai sumbernya, otomatis menguasai kekayaan besar.

Di Sumatera, kekuasaan itu berada di tangan keluarga Sisingamangaraja.

Sejak abad ke-16, trah Sisingamangaraja sudah aktif memperdagangkan kapur barus ke jaringan dagang internasional. Dalam buku Perjuangan Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII (1988), Augustin Sibarani mencatat sejak Sisingamangaraja I berkuasa pada 1530, kapur barus dari Tanah Batak sudah diperdagangkan kepada pedagang Arab dan Eropa untuk dipasarkan ke berbagai belahan dunia.

Awalnya hanya sebagai komoditas ekspor, tetapi perlahan berkembang menjadi monopoli perdagangan kapur barus di Sumatra Utara. Dari sinilah kekayaan besar keluarga Sisingamangaraja mulai terakumulasi.

Kekayaan tersebut tidak disimpan dalam bentuk tanah atau bangunan, melainkan dalam emas, berlian, dan batu mulia. Tradisi menimbun logam mulia menjadi ciri khas trah ini selama berabad-abad.

“Raja-raja Sisingamangaraja dari mulai yang ke-1 hingga ke-10, semuanya suka mengumpulkan Blue Diamonds dari Ceylon. Lalu juga intan-intan Ceylon yang dibawa dari India melalui Barus. Intan-intan Ceylon ini besarnya seperti telur burung,” tulis Augustin Sibarani.

Skala kekayaan itu baru benar-benar terlihat saat terjadi serangan besar ke Tanah Batak pada 1818 dalam konflik dengan kelompok Padri. Dalam buku Tuanku Rao (1964) karya Mangaraja Onggang Parlindungan, disebutkan harta rampasan Sisingamangaraja diangkut menggunakan 17 ekor kuda, masing-masing membawa sekira 60 kilogram emas.

Jika ditotal, jumlahnya mencapai sekira 1 ton emas. Dengan harga emas saat ini, nilai tersebut setara sekitar Rp2,3 triliun. Itu pun belum termasuk simpanan emas dan perhiasan lain yang sempat disembunyikan saat serangan terjadi.

Namun, kejayaan ekonomi ini mulai runtuh ketika kolonialisme Belanda masuk ke Tanah Batak. Jalur dagang kapur barus perlahan dikuasai penjajah, monopoli runtuh, dan kekuatan ekonomi keluarga Sisingamangaraja melemah. Pada masa Sisingamangaraja XII, kekayaan trah ini tak lagi sebesar para pendahulunya.

Semua berakhir ketika Sisingamangaraja XII gugur dalam perlawanan terhadap Belanda. Bersamaan dengan itu, jejak kekayaan legendaris yang dibangun dari perdagangan tanaman kapur barus pun ikut menghilang dalam sejarah, dilansir dari CNBC Indonesia. (***)

Hot this week

Mobil Tertempler KA, Satu Kritis dan Satu Penumpang Selamat

Lampung Selatan, wartaalam.com--Untuk kali kesekian, mobil tertempler Kereta Api...

Konflik Lahan Masyarakat Adat Pitung Tiyuh Desa Taman Sari, DPRD Pesawaran akan Bentuk Pansus

PESAWARAN, wartaalam.com-- Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait konflik lahan...

Pengkot PABERSI dan PABSI Bandar Lampung Menggelar Rapat Persiapan Menghadapi Porprov Lampung

Bandar Lampung, wartaalam.com--Guna mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi...

Pemkab Pringsewu Gelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2027

PRINGSEWU, wartaalam.com--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu menggelar Forum Konsultasi Publik...

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pringsewu Buka Musyawarah Tingkat Kecamatan di Pekon Panggungrejo

PRINGSEWU, wartaalam.com--DPD Partai Golkar Kabupaten Pringsewu gelar Musyawarah Pimdes...

Setelah 25 Jam Erupsi Berakhir, Kini Gunung Anak Krakatau Berganti Letusan Strombolian

Bandar Lampung,wartaalam.com--Erupsi terus-menerus Gunung Anak Krakatau yang berada di...

Siaran Pers Imbas Sebaran Abu Vulknaik Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup Sementara, BMKG Minta Waspada dan Tenang

Jakarta, wartaalam.com--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperbarui...

694 Warga Pekon Pamenang Pringsewu Terima Bantuan Pangan

PRINGSEWU, wartaalam.com--Sekira 694 warga Pekon Pamenang, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten...

PFI Lampung Kecam Teror Senpi Terhadap Jurnalis di Tulang Bawang, Juniardi: Usut Tuntas dan Jaga Kode Etik!

Bandar Lampung, wartaalam.com-- Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lampung mengecam...

Ketua PWI Tuba Desak Polisi Usut Dugaan Penyerangan terhadap Wartawan

Tulang Bawang, wartaalam.com--Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tulang...

Konflik Lahan Masyarakat Adat Pitung Tiyuh Desa Taman Sari, DPRD Pesawaran akan Bentuk Pansus

PESAWARAN, wartaalam.com-- Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait konflik lahan...

Mobil Tertempler KA, Satu Kritis dan Satu Penumpang Selamat

Lampung Selatan, wartaalam.com--Untuk kali kesekian, mobil tertempler Kereta Api...

Pengkot PABERSI dan PABSI Bandar Lampung Menggelar Rapat Persiapan Menghadapi Porprov Lampung

Bandar Lampung, wartaalam.com--Guna mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img