Lampung Selatan, wartaalam.com – Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa dan kecamatan menjadi momentum yang pas untuk menyerap aspirasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan tahun 2027.
Hal tersebut disampaikan Camat Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Ruris Apdani saat ditemui usai Musrenbang yang digelar di Aula Desa setempat, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, momentum Musrenbang sangat tepat karena berkaitan langsung dengan perencanaan APBD tahun 2027 mendatang.
Ia mengatakan, pembangunan tidak hanya fokus pada fisik, namun pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) juga tidak boleh ditinggalkan.
“Ini momentum yang pas ya, usulan dari masyarakat dan desa yang merencanakan Anggaran Tahun 2027, Pembangunan fisik tetap, artinya pembangunan sumber daya manusia enggak bisa kita tinggalkan juga,” ujarnya.
Menurut dia, pihaknya mendukung penuh program unggulan bupati, khususnya untuk desa.
Ia berharap masyarakat tetap mengedepankan semangat gotong-royong walaupun anggaran dana desa tidak terlalu signifikan.
“Masyarakat diharapkan tetap bergotong-royong walaupun dana kita enggak terlampau signifikan,” ucapnya.
Sementara itu, menyoroti terkait dari pemberitahuan dari UPTD Pajak tentang PBB Desa Sukatani, sampai dengan awal Oktober baru tercapai 58 persen serta program pemberantasan stunting di desa tersebut, masih kurang, Kades Sukatani Lagiman akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan pencapaiannya.
Kades Sukatani tersebut juga mengatakan, untuk program stunting, “kami akan meningkatkan anggaranya agar pencapaiannya bisa terwujud.”
Selain itu, terkait adanya efisiensi anggaran Ruris Adani mengatakan, jika usulan masyarakat tidak bisa terakomodasi melalui Dana Desa, maka diharapkan bisa disalurkan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, baik sektor permukiman, peternakan dan sektor lainnya.
“Kalau tidak bisa terakomodasi dari dana desa, harapan masyarakat itu melalui OPD. Berbagai macam sektor, pemukiman atau peternakan dan lain sebagainya,” katanya.
Menurut dia, Musrenbang bukan sekadar formalitas atau seremonial kumpul-kumpul saja, melainkan benar-benar untuk memastikan aspirasi masyarakat terpenuhi dan terealisasi.
“Artinya momen ini bukan hanya sekadar formalitas hanya kita kumpul-kumpul, artinya benar-benar aspirasi masyarakat ini terpenuhi, bukan bicara seremonial saja,” katanya.
Ia mengakan, semua usulan akan disampaikan dalam perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan dan diteruskan ke tingkat kabupaten.
“Hal itu menjawab keluhan masyarakat yang selama ini banyak usulan sudah disampaikan bertahun-tahun namun belum terealisasi,” tuturnya. (Yen)



