Kremlin, wartaalam.com–Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei beserta anggota keluarganya usai diserang Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Pernyataan tersebut dikutip dari nota belasungkawa Putin kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang dirilis Kremlin pada Minggu, 1 Maret 2026.
Dalam pernyataannya, Putin mengecam pembunuhan Ali Khamenei dan anggota keluarganya sebagai tindakan “sinis” yang melanggar norma kemanusiaan dan hukum internasional.
“Mohon terima belasungkawa terdalam saya sehubungan dengan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Seyed Ali Khamenei, dan anggota keluarganya, yang dilakukan dengan pelanggaran sinis terhadap semua norma moralitas manusia dan hukum internasional,” kata Putin melalui pernyataannya.
Di sisi lain, Putin menegaskan Ali Khamenei bakal dikenang di Rusia sebagai negarawan terkemuka yang berkontribusi besar dalam mempererat hubungan persahabatan Rusia–Iran hingga mencapai tingkat kemitraan strategis komprehensif.
Putin juga meminta simpati dan dukungannya disampaikan kepada keluarga Khamenei, pemerintah, serta seluruh rakyat Iran.
Sebelumnya, media milik pemerintah Iran resmi mengonfirmasi kabar kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, setelah rentetan serangan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Akibat serangan mematikan itu, Ali Khamenei beserta keluarga intinya tewas.
Dilansir dari Al Jazeera, keluarga sang pemimpin Ali Khamenei dilaporkan tewas, laporan itu menyebutkan bahwa, “Media pemerintah Iran mengatakan putri, menantu laki-laki, dan cucu Khamenei juga tewas.”
Menyusul dengan kematian Ali Khamenei dan keluarganya, pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Sementara, gelombang baru serangan rudal telah diluncurkan Iran terhadap Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah, demikian diumumkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Minggu, 1 Maret 2026.
“Gelombang keenam serangan rudal dan drone ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan ini telah dimulai,” kata IRGC, sebagaimana dikutip kantor berita ISNA.
IRGC menyampaikan serangan tersebut diarahkan ke 27 lokasi, antara lain pangkalan udara Tel Nof di Israel tengah, markas besar angkatan darat Israel, dan sebuah kompleks industri militer di Tel Aviv.
“Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tidak akan membiarkan sirene alarm di Israel dan pangkalan AS menjadi hening, dan kami akan melancarkan tahapan balas dendam yang keras melalui serangan yang bertahap,” demikian pernyataan IRGC. (***)






