Memprihatinkan dan miris. Betapa tidak. Akibat rumah dan lingkungan mereka tergerus emosi dan ambisi makhluk yang konon lebih mulia, “sahabat alam” yang seharusnya layak mendapat perlindungan kini bukan saja merana tapi juga terlunta-lunta dan mengharapkan belas kasihan dari para pelintas. Padahal mereka tinggal di kawasan hutan Nasional yang sudah terkikis dan berbuah fungsi menjadi pundi-pundi rupiah bahkan dolar sebatas perut dan bawah perut segelintir manusia.







