Stunting di Lampung Selatan Sentuh 9,9 Persen

0
370

LAMPUNG SELATAN, WARTAALAM.COM – Kerja keras Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Lampung Selatan menurunkan stunting di daerah itu membuahkan hasil. Betapa tidak, pada
2022 menyentuh 9,9 persen, jauh lebih rendah dari kondisi sebelumnya sekira 16,3 persen tahun 2021.

Duta Swasembada Gizi dan Ketua TPPS kabupaten itu, Winarni Nanang Ermanto dalam rapat teknis TPPS tahun 2023, di Aula Rajabasa, kantor bupati, Selasa (14/2/2023) mengatakan, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan tahun 2023, angka prevalensi stunting Lampung Selatan hanya 9,9 persen.

“Capaian pada 2022 cukup baik. Angka prevalensi stunting menyentuh 9,9 persen semula 16,3 persen. Kami turun 6,4 persen,” katanya.

Mencetak generasi unggul Lampung Selatan dengan program prioritas pemerintah melalui pembangunan sumber daya manusia dan visi misi, katanya.

“Upaya percepatan penurunan stunting melalui Gerakan Swasembada Gizi yang dilakukan bukan merupakan tugas tambahan. Namun strategi percepatan peningkatan layanan,” ujarnya.

Menurut dia, Gerakan Swasembada Gizi sebagai strategi menurunkan stunting akan terus berkembang dengan memperkuat implementasi layanan dan prioritas pelaksanaan Gerakan Swasembada Gizi.

“Kamj juga memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang meliputi lima layanan. Bantuan KIA, bantuan peningkatan gizi, bantuan akses air minum dan sanitasi, bantuan  sosial dan bantuan  PAUD. Dengan kelompok sasaran keluarga, remaja dan balita prevalensi stunting,” kata ketua Tim Penggerak PKK Lamsel.

Dalam upaya mencanangkan target 2024 sekira 5 persen atau kurang prevalensi stunting, menurutnya, perlu upaya menuju pencapaian target tersebut di tahun 2023.

“Saya berharap bersama-sama dan gotong royong dalam menurunkan angka stunting. Sehingga tahun 2024, stunting turun menjadi 5 persen bahkan kalau bisa hingga nol persen,” katanya.

Sementara, rapat TPPS tahun 2023 itu juga diikuti secara virtual TPPS Kecamatan hingga TPPS Desa melalui aplikasi zoom meeting di 17 kecamatan. (amar/kmf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini