Ketua TP PKK Pesisir Barat Kunjungi Sekretariat Swasembada Gizi Lamsel

0
440

LAMPUNG SELATAN, WARTAALAM.COM – Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Lampung Selatan Winarni Nanang Ermanto menerima kunjungan ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pesisir Barat, di Sekretariat Swasembada Gizi setempat.

Sebelum mengunjungi Sekretariat Swasembada Gizi, ketua TP PKK Kabupaten Pesisir Barat beserta rombongan disambut langsung Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto beserta jajaran erangkat daerah, di Aula Krakatau Kantor Bupati setempat, Jumat (2/12/2022).

Kedatangan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pesisir Barat Septi Istiqlal beserta rombongan merupakan ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus studi tiru mengenai penanganan stunting di Kabupaten Lampung Selatan melalui program swasembada gizi.

Ketua TPPS Lampung Selatan, Winarni Nanang Ermanto menyampaikan, strategi pembangunan sumber daya manusia di kabupatennya adalah proyek cetak generasi unggul Lampung Selatan, di mana untuk siap menyongsong Indonesia maju dengan memastikan generasi unggul, berdaya saing, tangguh dan berbudi pekerti.

“Sesuai yang diinstruksikan bupati, adalah proyek cetak generasi unggul Lampung Selatan. Mengapa namanya proyek karena proyek pasti mempunyai target, nah target kami di Lampung Selatan untuk mempersiapkan generasi unggul untuk Indonesia yang maju di tahun 2024 stanting harus di bawah 5% dan kami memiliki target Zero stunting,” ujarnya.

Duta Swasembada Gizi Lampung Selatan mengatakan, target proyek cetak generasi unggul yaitu bagaimana meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IDM) di daerahIa menuturkan, dengan upaya meningkatkan kualitas Kesehatan melalui Gerakan Swasembada Gizi, meningkatkan kualitas pendidikan melalui Gerakan Swasembada Sekolah dan meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat, semua itu harus di atas 70%.

“Hal inilah untuk bagaimana IPM di suatu daerah bisa naik, karena suatu daerah akan diukur kemajuannya melalui IPMnya yang tinggi dan target Lampung Selatan IPM harus mencapai di atas 72%,” tuturnya.

Dia mengatakan, pembelajaran gerakan swasembada gizi yang bisa diambil yaitu, komitmen kepala daerah dalam upaya membangunan sumber daya manusia yang merupakan hal utama, kampanye besar-besaran tentang gerakan swasembada gizi sangat membantu dalam keterlibatan semua sektor dan perencanaan yang berbasis fakta di lapangan.

“Pendampingan dan kunjungan langsung ke penerima manfaat atau turun langsung kepada masyarakat, fungsi Kabupaten sebagai pemandu dan fasilitator bagi kecamatan, desa dan kader, mampu mengevaluasi setiap hasil dari kegiatan yang dilakukan, kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan program dan peran kader sebagai ujung tombak,” katanya. (hen/kmf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini