Pemkab Lamsel Ikuti Rakornas Pengendalian Inflasi Daerah Secara Virtual

0
424

LAMPUNG SELATAN, WARTAALAM.COM – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan ( Pemksb Lamsel) mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) mengenai Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, Senin (28/11/2022).

Nampak mengikuti Rakornas secara virtual melalui aplikasi zoom meeting dari Ruang Sekdakab Lampung Selatan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Thamrin beserta para pejabat terkait.

Rakornas tersebut, digelar Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan diikuti seluruh pemerintah provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Setianto menyampaikan, terkait pantauan yang mereka peroleh dari sistem data yang diolah dan mencoba melakukan validasi untuk harga-harga yang kira-kira merupakan outlier atau pencilan tidak akan dimasukkan ke dalam pengelolaan.

“Belum semua kabupaten/kota masuk dalam sistem yang ada di Kemendag, barangkali akan memengaruhi hasil akhir kita juga. Sebelumnya saya ingin menyampaikan terkait dengan inflasi untuk siklus harga musim lanjut saja dan sekalian jika kita bicara trend harga di akhir-akhir tahun, baik itu tahun-tahun sebelumnya memang pada akhir tahun ini selalu terjadi peningkatan harga,” ujarnya.

“Hal itu terjadi karena terkait adanya liburan Natal maupun tahun baru, untuk November ini juga selalu melihat terjadi peningkatan nanti akan kami rilis inflasinya pada awal Desember, ini merupakan indikator yang cukup baik jika bisa memonitor harga-harga sampai akhir November,” kata dia.

“Jadi bapak/ibu sekalian kalau kita lihat grafik di sana memang untuk November selalu terjadi peningkatan di beberapa tahun belakangan, kemudian meningkat tinggi pada Desember,” ujarnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa mengatakan, jika dilihat dari minggu ke minggu terjadi peningkatan potensi inflasi dari minggu pertama sampai minggu keempat di minggu pertama terjadi potensi deflasi di 350 kabupaten/kota atau sekitar 68% namun untuk potensi inflasinya terjadi di 164 kabupaten/ kota atau 32%.

Dia menuturkan, jika dilihat minggu kedua minggu ketiga dan minggu keempat yang potensi inflasi kabupaten kotanya selalu meningkat di minggu keempat ada 33 kabupaten/ kota atau 59% yang berpotensi mengalami inflasi dari seluruh kabupaten/ kota yang dipantau.

“Inflasi terus membesar dari minggu pertama sampai minggu keempat November yang kami pantau dan inflasi pada November disumbang wilayah berpotensi inflasi dibandingkan yang stabil artinya di sini memang November secara keseluruhan nanti potensi inflasinya cukup tinggi,” tuturnya.

Itulah gambaran singkat selama seminggu terakhir dinamika terkait inflasi, terutama terkait dengan pangan, katanya. (hen/kmf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini